Pamer Kekuatan! 16 Jet Tempur F-2 Jepang Terbang "Full" Rudal, Respon Provokasi Kapal Induk China
Faktakalbar.id, FUKUOKA –
Ketegangan di perairan barat daya Jepang memanas.
Angkatan Udara Bela Diri Jepang (
JASDF
) melakukan aksi unjuk kekuatan besar-besaran dengan menerbangkan setidaknya 16 unit pesawat tempur
F-2
dari
Pangkalan Udara Tsuiki
.
Baca Juga:
Provokasi di Langit Okinawa: Radar China Kunci Jet Tempur Jepang, Asia Timur Memanas
Manuver langka ini dilakukan sebagai respons tegas terhadap aktivitas kapal induk China, Liaoning, yang beroperasi di dekat wilayah tersebut.
Dalam penerbangan latihan tersebut, setiap jet tempur F-2 terlihat membawa muatan penuh berupa empat rudal udara-ke-kapal ASM-2 (Tipe 93) yang terpasang di bawah sayap utama.
Pemandangan puluhan jet tempur dengan konfigurasi senjata lengkap ini dinilai sangat tidak biasa.
"Sangat tidak biasa melihat begitu banyak F-2 muncul dengan muatan penuh rudal anti-kapal (ASM-2), membuat situasi ini sangat unik," tulis laporan militer tersebut.
Respon Terhadap Liaoning
Pengerahan Skuadron Tempur Taktis ke-6 dan ke-8 ini diyakini sebagai langkah pencegahan terhadap
Kapal Induk Liaoning
milik Angkatan Laut China (PLAN).
Kapal induk tersebut dilaporkan telah bermanuver di perairan selatan Kyushu setelah melintasi Selat Miyako.
Ketegangan memuncak ketika jet tempur
J-15
dari kapal induk Liaoning melakukan provokasi dengan mengganggu jet tempur
F-15
Jepang menggunakan radar.
Baca Juga:
Resmi Diserahkan Fincantieri, KRI Prabu Siliwangi-321 Jadi Kapal Tempur Tercanggih di Indo-Pasifik
"Selama periode ini, jet tempur J-15 yang beroperasi dari Liaoning mengganggu jet tempur F-15 JASDF dengan radar... yang menyebabkan meningkatnya ketegangan antara militer China dan Pasukan Bela Diri Jepang,"
jelas laporan tersebut.
Rudal ASM-2 yang dibawa F-2 sendiri merupakan senjata mematikan buatan Jepang dengan jangkauan lebih dari 140 km dan dilengkapi pencari inframerah canggih.
Geser Fokus ke Pasifik
Pemerintah Jepang memandang serius operasi kapal induk China di sisi Pasifik, yang selama ini dianggap sebagai "celah pertahanan".
Kementerian Pertahanan Jepang kini bergerak cepat memperkuat postur pertahanan ke arah timur, termasuk rencana pengerahan radar pengawasan di Pulau Kita-Daito.
"Pasukan Bela Diri Jepang... kini dengan cepat memperkuat postur pertahanan mereka ke arah Pasifik, yang hingga saat ini dianggap sebagai 'celah pertahanan' relatif,"
ungkap analisis pertahanan.
Selain itu, Jepang terus melanjutkan modifikasi kapal perusak kelas Izumo agar mampu mengoperasikan jet tempur F-35B guna mengimbangi kekuatan kapal induk China di masa depan.
(Ra)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.