Panaskan Indo-Pasifik, China Rilis NOTAM dan Uji Rudal Hipersonik "Pembunuh Kapal Induk" YJ-20
Faktakalbar.id, BEIJING –
Suhu geopolitik di kawasan
Indo-Pasifik
kembali memanas pada pergantian tahun ini.
Otoritas China dilaporkan telah menerbitkan
Notice to Air Missions
(NOTAM)
yang menandai zona larangan terbang di dekat wilayah
Taiwan
guna kepentingan uji coba rudal.
Baca Juga:
Tersandera Isu “One China Policy”, Pengiriman Jet Tempur T-50i Golden Eagle ke Indonesia Tertunda
Langkah agresif ini dibarengi dengan perilisan rekaman resmi peluncuran rudal balistik anti-kapal (ASBM) hipersonik terbaru mereka, , oleh media pemerintah setempat pada akhir Desember 2025.
"Pembunuh Kapal Induk" Generasi Baru
Rudal YJ-20 yang diluncurkan dari sistem peluncur vertikal (VLS) kapal perusak kelas berat
Type 055
ini digadang-gadang sebagai senjata "pembunuh kapal induk" generasi baru.
Teknologi yang disematkan pada rudal ini diklaim mampu menembus sistem pertahanan udara canggih milik negara-negara Barat.
Keunggulan utama YJ-20 terletak pada kemampuan manuver hipersoniknya yang ekstrem.
Senjata ini dirancang untuk melakukan serangan dengan sudut vertikal tajam, sehingga sangat sulit dideteksi dan dicegat oleh radar maupun sistem anti-rudal konvensional.
Baca Juga:
Dapat Laporan Langsung dari Putin, Trump Murka Rumah Presiden Rusia Diserang Drone Ukraina
Pesan Tegas untuk AS
Para analis militer menilai, rangkaian uji coba dan publikasi ini bukan sekadar pamer kekuatan, melainkan pesan strategis yang tegas dari Beijing terhadap dominasi Angkatan Laut Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Hal ini membuktikan bahwa strategi
Anti-Access/Area Denial
(A2/AD) China kini telah mencapai kematangan di platform laut, melengkapi kemampuan rudal berbasis darat yang sudah ada sebelumnya.
(ra)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.