Pedoman Visa Baru AS Tuai Kritik, Petugas Non-Medis Diarahkan Menilai Kesehatan Imigran
Faktakalbar.id, INTERNASIONAL –
Pedoman baru dari pemerintahan Donald Trump yang menggunakan kondisi kesehatan sebagai dasar penolakan visa AS menuai kritik tajam dari para pakar hukum
imigrasi
.
Kritik utamanya adalah bahwa petugas visa, yang bukan tenaga medis, kini diminta membuat penilaian tentang kesehatan calon imigran.
Penilaian ini dianggap
spekulatif
(penuh perkiraan).
"Panduan tersebut mengarahkan petugas visa untuk membuat perkiraan sendiri tentang apa yang dapat menyebabkan keadaan darurat medis," ujar Charles Wheeler, pengacara senior di
Catholic Legal Immigration Network.
Baca Juga:
Aturan Baru Trump: Penderita Obesitas dan Diabetes Bisa Ditolak Masuk AS
Wheeler menilai aturan ini meresahkan karena petugas visa tidak terlatih dan dapat membuat penilaian berdasarkan "bias pribadi" mereka.
Sophia Genovese, pengacara imigrasi dari Georgetown University, juga setuju. Ia menilai aturan baru ini mendorong petugas berspekulasi mengenai biaya perawatan dan kemampuan kerja calon imigran.
"Mempertimbangkan riwayat diabetes atau riwayat kesehatan jantung seseorang itu cakupannya terlalu luas," ujar Genovese.
Kekhawatiran semakin besar karena aturan itu tidak hanya menilai pemohon, tetapi juga kondisi keluarganya.
Baca Juga:
Menteri Energi AS: Tak Akan Ada Awan Cendawan dari Uji Coba Nuklir Trump
(*Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.