faktakalbar

Pembangunan Huntara di Aceh Timur Terhambat Akses Jalan Rusak

Penulis: Redaksi Sunday, 22 February 2026 📖 2 menit
Pembangunan Huntara di Aceh Timur Terhambat Akses Jalan Rusak
Faktakalbar.id, ACEH - Proyek pengadaan hunian sementara ( huntara ) bagi korban banjir bandang yang berada di wilayah terisolir Kabupaten Aceh Timur masih mengalami kendala. Akses jalan darat yang rusak parah dan berlumpur membuat proses pembangunan huntara di Aceh Timur menjadi terhambat. Baca Juga: 781 KK Warga Terdampak Bencana di Aceh Tengah Mulai Direlokasi ke Huntara Kepala Dusun Ranto Panyang Rubek, Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Jahidin, mengonfirmasi bahwa warganya telah masuk dalam daftar penerima bantuan fasilitas dari pemerintah. Namun, realisasi di lapangan terkendala masalah transportasi alat berat. "Kami masih tinggal di pengungsian. Kami sudah mendaftar untuk huntara, tetapi karena kadang kondisi jalan kami, karena kondisi cuaca, kadang alat nggak bisa masuk," ujarnya pada Sabtu. Dusun Ranto Panyang Rubek merupakan salah satu wilayah yang terdampak parah oleh bencana banjir bandang pada akhir November 2025. Dari total populasi 46 Kepala Keluarga (KK) di dusun tersebut, sebanyak 32 KK kehilangan rumahnya, sementara bangunan rumah yang tersisa mengalami rusak berat. Untuk mendistribusikan material dan alat berat pendukung pembangunan huntara di Aceh Timur ke lokasi tersebut, kendaraan harus menembus jalan tanah berlumpur di area perkebunan sawit. Perjalanan memakan waktu kurang lebih dua jam melewati jalur tanjakan terjal dan turunan berkelok yang rawan tergelincir, sehingga hanya bisa dilalui kendaraan off-road . Kondisi jalan yang ekstrem dan terisolir ini memaksa warga dusun untuk bertahan dengan fasilitas seadanya di tempat pengungsian. "Sebagian masyarakat kami memanfaatkan kayu-kayu sisa untuk membuat hunian sementara, sambil menunggu (huntara pemerintah)," ujar Jahidin. Dampak bencana alam banjir dan longsor di wilayah Sumatera ini memang sangat masif. Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan bahwa terdapat puluhan desa yang hilang tersapu bencana. Baca Juga: BNPB Serahkan 252 Unit Huntara bagi Warga Terdampak Bencana di Aceh Tengah Dari total 29 desa yang hilang, 21 desa di antaranya berada di Provinsi Aceh, tepatnya di wilayah Aceh Tamiang, Nagan Raya, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Hilangnya desa-desa tersebut memunculkan persoalan serius yang berkaitan langsung dengan upaya relokasi penduduk serta penataan ulang administrasi pemerintahan desa. Secara keseluruhan, bencana di tiga provinsi tersebut telah menyebabkan 1.205 orang meninggal dunia, 139 orang hilang, dan berdampak luas pada 4.511 desa. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK