faktakalbar

Pemerintah Targetkan 218 Ribu Lowongan Kerja Manufaktur

Penulis: Redaksi Wednesday, 18 February 2026 📖 1 menit
Pemerintah Targetkan 218 Ribu Lowongan Kerja Manufaktur
Faktakalbar.id, NASIONAL - Kementerian Perindustrian memproyeksikan penyerapan 218.000 tenaga kerja baru pada sektor industri manufaktur sepanjang tahun 2026. Target ini merujuk pada kesiapan 1.236 perusahaan yang telah menyelesaikan tahap pembangunan dan mulai berproduksi tahun ini. Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief menjelaskan bahwa ribuan perusahaan tersebut merupakan hasil investasi baru, perluasan kapasitas, serta relokasi pabrik dari luar negeri. Pergerakan tersebut bertujuan memperkuat struktur ekonomi nasional melalui peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB). Baca Juga:  Jangan Sampai Terjebak! Kenali 5 Ciri Lowongan Kerja Luar Negeri Palsu yang Berbahaya “Masuknya investasi ke sektor industri tidak bisa dinilai hanya dari satu indikator sentimen. Fakta bahwa lebih dari seribu perusahaan industri siap beroperasi pada 2026 menunjukkan bahwa investasi manufaktur berjalan dan berkelanjutan,” ujar Febri Hendri. Lonjakan Impor Mesin Produksi Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor barang modal pada tahun 2025 tumbuh sebesar 34,66 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Impor tersebut didominasi oleh mesin dan peralatan mekanis yang menjadi komponen utama aktivitas produksi baru. Febri menegaskan bahwa peningkatan signifikan impor barang modal menjadi indikator kuat bahwa investasi manufaktur tumbuh pesat sepanjang 2025. Kondisi ini menunjukkan industri sedang melakukan ekspansi dan modernisasi kapasitas produksi untuk mengejar target operasional tahun ini. Fokus Hilirisasi dan Kawasan Industri Pemerintah menerapkan kebijakan hilirisasi dan pengembangan kawasan industri untuk menarik lebih banyak investasi manufaktur. Langkah ini sejalan dengan transformasi industri 4.0 yang bertujuan menguatkan daya saing pasar domestik maupun ekspor. Baca Juga:  Darurat! Indonesia Jadi Target Utama Penipuan Lowongan Kerja di Asia Pasifik, Sektor Ini Paling Rawan Hingga saat ini, sektor industri pengolahan nonmigas masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Penyerapan ratusan ribu tenaga kerja baru ini diprediksi menjaga momentum pertumbuhan industri tetap berada di atas angka lima persen pada akhir tahun 2026. (*Sr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK