Pemuda di Silat Hilir Kapuas Hulu Meninggal Dunia Akibat Tersengat Listrik Saat Mencari Ikan
Faktakalbar.id, KAPUAS HULU –
Seorang pemuda berinisial B (20) ditemukan meninggal dunia di Dusun Sekar Jaya, Desa Seberu, Kecamatan Silat Hilir,
Kabupaten Kapuas Hulu
.
Korban diduga kuat kehilangan nyawa akibat tersetrum saat mencari ikan menggunakan alat setrum modifikasi pada Rabu (11/2/2026) dini hari.
Baca Juga:
Sampan Ditemukan Kosong, Pemancing di Kubu Raya Hilang Misterius
Insiden tragis ini bermula pada Selasa malam saat korban bersama seorang saksi berinisial S (45) menginap di sebuah pondok di tepi sungai.
Sekitar pukul 23.00 WIB, pemuda tersebut berpamitan untuk pergi memancing seorang diri menggunakan perahu. Korban membawa peralatan berupa mesin genset yang telah dimodifikasi khusus untuk menyetrum ikan di aliran sungai tersebut.
Hingga larut malam, korban tidak kunjung kembali ke pondok, sehingga memicu kekhawatiran saksi. Sekitar pukul 02.00 WIB, saksi mulai melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai untuk memastikan keberadaan rekannya.
Kapolsek Silat Hilir, Egidius Egi, mengonfirmasi kronologi penemuan jasad korban yang bermula dari ditemukannya barang milik korban.
Saksi awalnya melihat sebuah senter mengapung di permukaan air sebelum akhirnya menemukan posisi korban.
“Pencarian tersebut berujung pilu ketika saksi menemukan senter milik korban mengapung di permukaan air. Tak lama kemudian korban ditemukan dalam posisi terlentang di samping perahunya dan sudah tidak bernyawa,” ungkap Egidius Egi.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh petugas kepolisian, ditemukan alat genset modifikasi yang masih berada di lokasi.
Meski kedalaman air di titik tersebut hanya sekitar 10 sentimeter, kuat dugaan aliran listrik dari alat tersebut menyambar tubuh korban.
Selain faktor sengatan listrik, pihak keluarga memberikan keterangan bahwa korban memiliki riwayat penyakit epilepsi atau ayan.
Baca Juga:
Pamit Mancing dan Cari Rotan, Warga Bengkayang Ditemukan Tewas di Jagoi Babang
Muncul dugaan bahwa penyakit tersebut kambuh secara bersamaan saat insiden tersetrum saat mencari ikan itu terjadi, sehingga korban tidak mampu menyelamatkan diri.
Keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian ini murni sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan proses autopsi.
Setelah dievakuasi, jenazah pemuda tersebut langsung dibawa untuk dimakamkan di Pemakaman Muslim Desa Bongkong. Kepolisian kembali mengimbau masyarakat untuk menghindari metode pencarian ikan yang berbahaya guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
(Natash)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.