faktakalbar

Gantikan Armada Tua, RSAF Singapura Putuskan Beli C-130H Hercules Bekas

Penulis: Redaksi Thursday, 05 February 2026 📖 2 menit
Gantikan Armada Tua, RSAF Singapura Putuskan Beli C-130H Hercules Bekas
Faktakalbar.id, SINGAPURA - Angkatan Udara Republik Singapura ( RSAF ) mengambil langkah strategis dengan mengakuisisi pesawat C-130H Hercules bekas. Keputusan ini diambil sebagai solusi sementara untuk menggantikan sebagian armada C-130B/H yang sudah menua, sembari terus mengevaluasi kebutuhan pengangkutan udara jangka panjang serta kemampuan spesifik yang dibutuhkan di masa depan. Baca Juga:   60 Tahun Mengabdi, “Sang Legenda” Hercules C-130B TNI AU Mulai Pensiun Bertahap Kepala Staf RSAF, Kelvin Fan, menyatakan bahwa C-130 tetap dinilai sebagai platform terbaik untuk memenuhi kebutuhan operasional angkatan udara negara tersebut selama 15 hingga 20 tahun ke depan. “Oleh karena itu, RSAF mengakuisisi pesawat C-130H bekas, tetapi masih terawat dengan baik, untuk menggantikan C-130B kami yang sudah tua. Pengiriman telah dimulai, dan pesawat-pesawat ini akan dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan RSAF, ” ujar Kelvin Fan, Jumat (06/2/2026). Meskipun Kelvin Fan tidak mengungkapkan secara rinci sumber pesawat maupun estimasi jangka waktu pengoperasiannya, pengamat penerbangan di Singapura melaporkan adanya pergerakan pesawat terkait. Sebuah C-130H yang dioperasikan oleh Blue Aerospace LLC dengan nomor registrasi AS N973BA terpantau tiba di Singapura pada akhir Januari. Pesawat tersebut diidentifikasi sebagai bekas pesawat C-130H milik Angkatan Udara Spanyol. Berdasarkan data Aviation Week Fleet Discovery Military , RSAF saat ini mengoperasikan sembilan unit pesawat C-130, yang terdiri dari empat model B dan lima model H. Sepasang pertama C-130B bekas Angkatan Udara Amerika Serikat diproduksi pada tahun 1958, sementara sepasang lainnya yang merupakan bekas Yordania diproduksi tahun 1960. Baca Juga:  Tampil di INACRAFT 2026, Sepatu Kulit Pontianak Tembus Pasar India dan Singapura Keseluruhan armada tersebut mulai diintegrasikan ke dalam layanan RSAF pada tahun 1977. Armada tersebut sebelumnya telah menjalani program peningkatan ekstensif pada tahun 2007 yang dipimpin oleh ST Engineering, mencakup pemasangan kokpit kaca, avionik baru, mesin yang ditingkatkan, serta unit daya bantu baru. Keputusan akuisisi pesawat bekas ini menjadi catatan penting, mengingat RSAF belum pernah melakukan pembelian pesawat bekas sejak program KC-135R pada era 1990-an. Langkah ini menunjukkan adanya evaluasi berkelanjutan terhadap opsi jangka panjang modernisasi angkatan udara, di mana opsi pesawat seperti Airbus A400M, Embraer C-390, dan Lockheed Martin C-130J masih terus dipertimbangkan. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK