faktakalbar

Perkuat Pertahanan Udara, Personel TNI AD Bawa Pulang Taktik Rudal BUK dari Belarusia

Penulis: Redaksi Friday, 02 January 2026 📖 2 menit
Perkuat Pertahanan Udara, Personel TNI AD Bawa Pulang Taktik Rudal BUK dari Belarusia
Faktakalbar.id, JAKARTA – Upaya modernisasi kemampuan satuan pertahanan udara TNI Angkatan Darat terus digenjot melalui kerja sama internasional. Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional ( Pangkohanudnas ), Marsdya TNI Andyawan Martono P., menerima paparan strategis terkait hasil pelatihan Battalion Level Commanders of BUK Air Defense Training yang baru saja diikuti oleh personel TNI AD di Belarusia . Baca Juga:   Tersandera Isu “One China Policy”, Pengiriman Jet Tempur T-50i Golden Eagle ke Indonesia Tertunda Paparan yang digelar di Ruang Rapat Kohanudnas, Halim Perdanakusuma , Jakarta Timur, pada Senin (29/12/2025) ini menjadi langkah awal implementasi taktik baru di lapangan. Andyawan menegaskan bahwa sistem pertahanan udara BUK merupakan elemen vital dalam menjaga kedaulatan langit Indonesia, sehingga ilmu yang didapat harus segera diadaptasi. "Dalam paparan disampaikan bahwa sistem pertahanan udara BUK merupakan salah satu unsur strategis dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional," ungkap laporan kegiatan tersebut. Integrasi Radar dan Taktik Baru Para personel yang telah merampungkan pelatihan di Eropa Timur tersebut diharapkan dapat mentransfer pengetahuan mereka untuk memperkuat satuan Artileri Pertahanan Udara ( Arhanud ). Baca Juga:   Perkuat Alutsista Laut, Barata Indonesia Pasok V-Bracket untuk Frigate Merah Putih KRI Balaputradewa-322 Fokus utamanya adalah pada penguasaan taktik penggelaran, integrasi sistem radar peringatan dini, serta prosedur komando dan pengendalian (Kodal) di tingkat batalyon guna menghadapi ancaman udara modern yang kian kompleks. "Personel yang telah mengikuti pelatihan internasional tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan satuan Arhanud, khususnya dalam aspek taktik penggelaran, integrasi sistem radar peringatan dini, serta penerapan prosedur komando dan pengendalian tingkat batalyon dalam menghadapi spektrum ancaman udara modern," jelas rincian materi pelatihan. Perbarui Doktrin Tempur Menutup arahannya, Andyawan menekankan agar hasil pelatihan ini tidak berhenti di ruang rapat, melainkan ditindaklanjuti dengan pembaruan doktrin dan prosedur operasional satuan. Pengalaman dari Belarusia dinilai memberikan nilai tambah signifikan bagi pengembangan postur pertahanan udara nasional. "Pangkohanudnas menegaskan bahwa hasil pelatihan ini harus ditindaklanjuti secara nyata melalui penguatan doktrin, prosedur, dan kesiapan satuan di lapangan," tegasnya. Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Staf Kohanudnas, Mayjen TNI Trias Wijanarko, beserta jajaran pejabat utama Kohanudnas. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK