Minyak Sawit & Perikanan RI Bakal Banjiri Eropa, Ekspor Barang RI Bisa 0%
Faktakalbar.id, INTERNASIONAL
- Perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (
IEU CEPA
) telah memasuki tahap akhir, demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Brussels, Belgia, pada Sabtu (7/6/2025).
Perundingan yang telah berlangsung selama sembilan tahun ini menandai komitmen kuat Pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan kesepakatan perdagangan strategis dengan Uni Eropa, mitra dagang terbesar kelima Indonesia.
Kemajuan Perundingan
Menko Airlangga menjelaskan bahwa task perundingan telah rampung, dengan sejumlah isu teknis terselesaikan pada putaran terakhir di tingkat Chief Negotiator.
Pertemuan antara Menko Airlangga dan EU Commissioner for Trade and Economic Security Maroš Šefčovič pada Jumat (6/6) di Brussels menjadi langkah krusial menuju finalisasi.
Baca Juga:
210 Ton Jagung Kalbar Diekspor ke Malaysia, Prabowo: Petani Siap Naik Kelas
Hasil perundingan akan segera dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Eropa.
"Indonesia dan Uni Eropa bersemangat memanfaatkan momentum di tengah ketidakpastian global. Komoditas kedua pihak saling melengkapi, memperkuat rantai pasok dunia,"
ujar Menko Airlangga.
Manfaat IEU CEPA
Salah satu keuntungan utama IEU CEPA adalah penghapusan tarif impor secara signifikan. Dalam 1-2 tahun pasca-perjanjian, 80% ekspor Indonesia ke Uni Eropa akan menikmati tarif 0%.
Komoditas unggulan seperti alas kaki, tekstil, garmen, minyak sawit, perikanan, serta sektor energi terbarukan dan kendaraan listrik akan mendapat perlakuan preferensial.
Uni Eropa juga menyepakati level playing field untuk ekspor perikanan Indonesia, setara dengan negara ASEAN lain seperti Thailand dan Filipina.
Terkait kebijakan deforestasi, Komisioner Maroš menjanjikan perlakuan khusus yang berdampak positif bagi ekspor produk hasil hutan Indonesia.
Dampak Ekonomi
Nilai perdagangan Indonesia-Uni Eropa mencapai USD30,1 miliar pada 2024, dengan surplus neraca perdagangan Indonesia meningkat dari USD2,5 miliar (2023) menjadi USD4,5 miliar (2024).
IEU CEPA diharapkan meningkatkan ekspor Indonesia ke Uni Eropa lebih dari 50% dalam 3-4 tahun ke depan, sekaligus membuka peluang investasi strategis dari Eropa.
Fokus Perdagangan Berkelanjutan
Kesepakatan ini juga mencakup komitmen perdagangan dan pertumbuhan berkelanjutan. Menko Airlangga mengapresiasi kesepakatan tersebut, yang mendukung kebijakan produk berkelanjutan di Eropa dan mengurangi risiko hambatan ekspor di masa depan.
su seperti TKDN, sektor otomotif, dan mineral kritis juga telah disepakati bersama.
"Kedua belah pihak berkomitmen menyelesaikan materi dan proses hukum tanpa kendala,"
tutup Menko Airlangga.
Dengan IEU CEPA, Indonesia memperkuat posisi tawar di kancah global, meningkatkan daya saing, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
(Rdl)
Tag:
#Ekspor Indonesia
#IEU CEPA
#Perundingan RI Uni Eropa
#Media Online Kalbar
#Media Kalbar
#FaktaKalbar.id
#Kalimantan Barat
#kalbar
#Ekonomi2025
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.