faktakalbar

Perusahaan Hashim Ambil Alih Proyek Gas Natuna

Penulis: Redaksi Wednesday, 14 January 2026 📖 1 menit
Perusahaan Hashim Ambil Alih Proyek Gas Natuna
Faktakalbar, NASIONAL - Perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo, Arsari Group, resmi masuk ke bisnis gas bumi secara besar-besaran. Melalui anak usahanya, PT Nations Natuna Barat , mereka mengambil alih sebagian besar kepemilikan proyek gas di Blok Duyung, Natuna Barat. Arsari Group membeli 75 persen hak pengelolaan dari perusahaan asal Australia, Conrad Asia Energy Ltd. Langkah ini membuat perusahaan Hashim menjadi pemegang kendali utama di lapangan gas tersebut. Baca Juga:  Hashim Dukung Penutupan Permanen PT Toba Pulp Lestari Manajemen Arsari Group menggelontorkan dana sekitar 16 juta dolar AS atau setara Rp 268,88 miliar untuk aksi korporasi ini. Mereka menyepakati pembayaran dalam tiga tahap, mulai tahun 2026 hingga saat gas mulai berproduksi secara komersial pada 2027 nanti. CEO Conrad, Miltos Xynogalas, menyambut baik kesepakatan ini. Ia menilai masuknya mitra lokal sangat membantu percepatan proyek. “Kami antusias untuk membawa pengembangan ini ke tahap berikutnya dan berkontribusi pada pasokan energi domestik Indonesia yang sangat dibutuhkan,” kata Miltos. Nantinya, gas dari Natuna ini tidak akan diekspor, melainkan untuk kebutuhan dalam negeri. Rencananya, gas tersebut akan mengalir ke PLN untuk pembangkit listrik. Meski Arsari Group memegang kendali mayoritas, anak usaha Conrad tetap memegang sisa 25 persen saham dan bertugas sebagai operator teknis di lapangan. Baca Juga:  Hashim Bantah Prabowo Punya Lahan Sawit di Sumatera Arsari Group juga berkomitmen menanggung biaya pengembangan proyek hingga gas benar-benar mengalir. Targetnya, proses administrasi jual-beli ini selesai pada pertengahan tahun 2026. Setelah itu, kedua perusahaan akan mengebut pengerjaan agar gas bisa keluar pada akhir tahun 2027. (*Sari)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK