Pesawat Supersonik NASA X-59 Bersiap untuk Penerbangan Kedua
Faktakalbar.id, INTERNASIONAL
- Pesawat eksperimental
X-59
milik
NASA
tengah bersiap untuk melakukan penerbangan keduanya, sebuah langkah awal yang akan memacu lebih banyak pengujian penerbangan sepanjang tahun 2026.
Baca Juga:
Kejar Kehadiran Permanen di Bulan, NASA Percepat Jadwal Misi Artemis
Dalam beberapa bulan ke depan, NASA akan membawa jet supersonik senyap ini terbang lebih cepat dan lebih tinggi guna memvalidasi keselamatan serta kinerjanya, sebuah proses yang dikenal sebagai ekspansi selubung penerbangan (
envelope expansion
), Selasa (24/03/2026).
Pilot uji NASA, Jim “Clue” Less, akan memegang kendali pada penerbangan kedua ini.
Ia dijadwalkan lepas landas dan mendarat di Pangkalan Angkatan Udara Edwards, dekat markas X-59 di Pusat Penelitian Penerbangan Armstrong NASA, California.
Saat mengudara, Less akan didampingi oleh pilot uji NASA lainnya, Nils Larson, yang terbang di dekatnya menggunakan pesawat F/A-18 untuk mengobservasi manuver X-59.
Penerbangan perdana X-59 sebelumnya telah sukses dilakukan pada 28 Oktober 2025 dengan Larson sebagai pilot. Setelah penerbangan tersebut, NASA bersama kontraktor
Lockheed Martin
menyelesaikan serangkaian perawatan dan inspeksi pasca-penerbangan secara menyeluruh.
Pekerjaan ini meliputi pelepasan mesin, bagian ekor (
lower empennage
), kursi, hingga lebih dari 70 panel untuk keperluan inspeksi, yang kini semuanya telah selesai dipasang kembali.
“Ini akan menjadi pertama kalinya saya menerbangkan pesawat-X,” ujar Less. “Saya pikir saya akan lebih fokus untuk menyelesaikan kartu pengujian dengan benar. Mungkin baru akan terasa nanti bahwa saya benar-benar berada di dalam X-59.”
Less juga menegaskan kepercayaannya pada tim teknisi.
“Orang-orang ini tahu apa yang mereka lakukan. Kami tidak bisa melakukan hal seperti ini tanpa tim pekerja keras yang benar-benar kompeten. Nils mempercayai mereka untuk penerbangan pertama. Saya mempercayai mereka untuk penerbangan kedua dan setiap penerbangan setelahnya,
" tambahnya.
Sebelum jadwal terbang, tim telah merampungkan salah satu pengujian darat terakhir pada 12 Maret lalu, yakni uji nyala mesin (
engine run
) menggunakan mesin F414-GE-100 modifikasi
F-18 Super Hornet
yang terpasang di X-59.
Manajer Proyek Low Boom Flight Demonstrator NASA, Cathy Bahm, menjelaskan bahwa rute dan profil penerbangan kedua ini akan terlihat sangat mirip dengan penerbangan perdana.
“Kami akan memulai penerbangan pada kondisi uji dari penerbangan pertama untuk memastikan X-59 berkinerja sesuai harapan setelah fase perawatan, kemudian kami akan memulai ekspansi selubung penerbangan dengan menguji sedikit lebih tinggi dan lebih cepat,”
jelas Bahm.
Penerbangan ini menandai dimulainya fase pengujian secara bertahap. Setelah pesawat mencapai kecepatan sekitar 230 mph di ketinggian 12.000 kaki dan tim melakukan pemeriksaan fungsional, pesawat akan dipacu hingga 260 mph di ketinggian 20.000 kaki.
Baca Juga:
Kunjungi Lockheed Martin, Menteri Perang AS Tekankan Kecepatan Industri Pertahanan
Pada akhirnya, X-59 ditargetkan mampu mencapai parameter misi utamanya, yakni terbang dengan kecepatan 925 mph (Mach 1,4) di ketinggian 55.000 kaki.
Sebagai informasi, X-59 merupakan bagian inti dari misi Quesst NASA yang bertujuan untuk mengawali era baru penerbangan supersonik komersial yang senyap di atas daratan. Melalui desain khusus, pesawat ini dirancang agar gelombang kejut tidak menghasilkan ledakan sonik (
sonic boom
) yang keras, melainkan hanya berupa suara dentuman pelan.
Setelah memvalidasi akustiknya, NASA berencana menerbangkan pesawat ini di atas sejumlah komunitas di AS guna mengumpulkan data persepsi suara dari masyarakat setempat.
(FR)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.