faktakalbar

Prabowo Ingatkan Ancaman Perang Dunia Ketiga, Minta Pejabat Tingkatkan Kewaspadaan Nasional

Penulis: Redaksi Tuesday, 03 February 2026 📖 2 menit
Prabowo Ingatkan Ancaman Perang Dunia Ketiga, Minta Pejabat Tingkatkan Kewaspadaan Nasional
Faktakalbar.id, NASIONAL - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya peningkatan Kewaspadaan Nasional dalam menghadapi dinamika politik global yang semakin kompleks dan memanas. Hal ini disampaikan Presiden saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 yang digelar di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (2/2/2026). Baca Juga: Prabowo Targetkan 18 Proyek Hilirisasi Prioritas 2026 Senilai Rp618 Triliun Dalam taklimatnya, Prabowo mengingatkan sejarah panjang konflik geopolitik dunia. Sejak awal kemerdekaan Republik Indonesia, situasi global telah diwarnai oleh pertentangan ideologis yang berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap stabilitas dalam negeri. “Dari mulai presiden pertama, kita, Indonesia, tapi seluruh dunia, berada di tengah perang ideologi besar. Perang ideologi besar di dunia, di mana dunia dipecah menjadi blok, ada blok komunis dan blok antikomunis, bisa dikatakan blok demokrasi, blok kapitalis,” ujar Prabowo. Presiden menyoroti konflik kontemporer seperti perang di Ukraina dan krisis kemanusiaan di Gaza yang memberikan dampak luas. Ketegangan ini tidak hanya mempengaruhi aspek keamanan global, tetapi juga mengguncang stabilitas ekonomi dan ketahanan nasional Indonesia. Oleh karena itu, seluruh jajaran pemerintahan diminta untuk memahami tantangan ini secara utuh. “Jadi saudara-saudara, ini yang saya ingin sampaikan ke seluruh barisan pemerintahan. Marilah kita waspada, marilah kita mengerti tantangan-tantangan yang ada di dunia ini,” katanya. Kekhawatiran mengenai eskalasi konflik global ini juga didasarkan pada pengamatan Prabowo saat menghadiri berbagai forum internasional di Eropa, termasuk World Economic Forum di Davos, Swiss. Menurutnya, para pemimpin negara-negara besar kini memiliki kecemasan yang sama terkait potensi konflik berskala besar. “Hampir semua pemimpin dunia merisaukan kemungkinan terjadinya Perang Dunia Ketiga,” ungkap Presiden. Menyikapi risiko tersebut, Prabowo menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk tetap memegang teguh prinsip politik luar negeri bebas aktif. Baca Juga: Prabowo Targetkan 18 Proyek Hilirisasi Prioritas 2026 Senilai Rp618 Triliun Indonesia dipastikan tidak akan bergabung dengan pakta militer mana pun dan akan terus memprioritaskan hubungan persahabatan dengan seluruh bangsa sebagai bentuk Kewaspadaan Nasional terhadap polarisasi dunia. “Filosofi luar negeri saya adalah seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak,” tegasnya. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK