Istimewa! Masuk Langit Pakistan, Pesawat Presiden Prabowo Dikawal 6 Jet Tempur JF-17 Thunder
Faktakalbar.id, ISLAMABAD -
Kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia,
Prabowo Subianto
, ke Pakistan disambut dengan penghormatan militer tertinggi.
Saat
Pesawat Kepresidenan Garuda Indonesia-1
memasuki wilayah udara Pakistan, enam unit jet tempur
JF-17 Thunder
milik Angkatan Udara Pakistan langsung melakukan manuver pengawalan (
escort
) di sisi kiri dan kanan pesawat, Senin (08/12/25).
Baca Juga:
Eskalasi Asia Membara: Jet China Kunci Radar Tembak ke Pesawat Jepang, Tokyo ‘Murka’
Pemandangan langka yang terlihat dari jendela kabin pesawat ini merupakan tradisi khusus yang hanya diberikan kepada tamu negara setingkat kepala negara.
Aksi pengawalan udara ini menjadi simbol betapa eratnya hubungan strategis antara Jakarta dan Islamabad.
Setibanya di Nur Khan Base Airport, Islamabad, sekitar pukul 12.00 waktu setempat, Presiden Prabowo disambut langsung oleh dua pimpinan tertinggi Pakistan sekaligus, yakni Presiden Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri (PM) Shehbaz Sharif.
Dentuman meriam
Gun Salute
sebanyak 21 kali menggelegar mengiringi langkah Presiden Prabowo saat menuruni tangga pesawat.
Kunjungan ini memiliki makna historis mendalam karena bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Pakistan.
Baca Juga:
Laporan DDoS Cloudflare: Indonesia Sumber Serangan DDoS Terbesar, Peningkatan Mencapai 31.900%
Momentum ini seolah menghidupkan kembali memori persahabatan yang telah diletakkan sejak era Presiden Sukarno pada tahun 1950 silam.
"Pemerintah Indonesia memandang kunjungan ini sebagai kesempatan strategis memperkuat kerja sama bilateral di tengah dinamika geopolitik regional dan global,"
demikian keterangan resmi dari delegasi Indonesia.
Presiden Prabowo hadir memenuhi undangan PM Shehbaz Sharif yang sebelumnya telah disampaikan dalam KTT D8 di Kairo dan KTT Perdamaian Gaza di Mesir.
Turut mendampingi Presiden dalam lawatan strategis ini adalah Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
(Ra)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.