Perkuat Pertahanan Nuklir, Macron Umumkan Kapal Selam "Invincible" dan Strategi Baru
Faktakalbar.id, BRITTANY (03/03/26) —
Presiden Perancis
Emmanuel Macron
mengumumkan nama kapal selam rudal balistik bertenaga nuklir (SSBN) generasi berikutnya, yakni kelas "Invincible", dalam pidatonya di pangkalan Île Longue,
Brittany
, Selasa (3/3).
Baca Juga:
Pangkalan Militer Perancis di Abu Dhabi Rusak Akibat Serangan Pesawat Nirawak Iran
Kapal selam pertama dari kelas ini dijadwalkan akan mulai berlayar pada tahun 2036 untuk menggantikan kelas
Le Triomphant
yang saat ini beroperasi.
Pengembangan kapal selam SNLE-3G (Invincible) ini dirancang untuk memastikan pencegahan nuklir berbasis laut Perancis tetap kokoh hingga tahun 2080-an.
Meskipun memiliki jumlah awak dan kapasitas peluncur rudal yang sama dengan pendahulunya, kapal selam baru ini memiliki desain sepenuhnya baru dengan panjang sekitar 150 meter dan bobot perpindahan lebih dari 15.000 ton saat terendam.
Dalam pidatonya, Presiden Macron juga menegaskan keputusan strategis untuk meningkatkan persediaan hulu ledak nuklir Perancis.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap perkembangan pertahanan para pesaing serta munculnya kekuatan regional yang dinilai dapat mengancam stabilitas keamanan.
“Perkembangan pertahanan para pesaing kita, munculnya kekuatan regional, kemungkinan koordinasi antar musuh, dan risiko yang terkait dengan proliferasi… Semua ini membawa kita pada kesimpulan bahwa penguatan persenjataan kita sangat penting,”
ujar Macron.
Baca Juga:
Qatar Berhasil Tembak Jatuh Pesawat Tempur dan Rudal Balistik Asal Iran
Selain penguatan alutsista, Macron memperkenalkan konsep “pencegahan tingkat lanjut” (
advanced deterrence
) yang melibatkan kerja sama dengan sekutu Eropa.
Delapan negara, termasuk Inggris, Jerman, dan Polandia, telah sepakat untuk berpartisipasi dalam komponen dukungan konvensional dari strategi ini.
Strategi ini memungkinkan pengerahan pasukan udara strategis Perancis ke wilayah sekutu guna memperluas jangkauan pertahanan kolektif Eropa.
Macron memastikan bahwa inisiatif ini dilakukan dengan transparansi penuh terhadap Amerika Serikat dan berkoordinasi erat dengan Inggris, serta tetap menjadi misi tambahan bagi kekuatan nuklir NATO.
(FR)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.