faktakalbar

Presiden Tajikistan Kecam Keras Serangan Drone ke Kediaman Vladimir Putin

Penulis: Redaksi Thursday, 01 January 2026 📖 1 menit
Presiden Tajikistan Kecam Keras Serangan Drone ke Kediaman Vladimir Putin
Faktakalbar.id, DUSHANBE – Presiden Tajikistan , Emomali Rahmon, secara resmi menyampaikan kecaman keras terkait insiden serangan drone yang menyasar kediaman Presiden Rusia, Vladimir Putin, di wilayah Novgorod. Pernyataan tegas ini disampaikan Rahmon melalui sambungan telepon langsung kepada Putin. Baca Juga: Dapat Laporan Langsung dari Putin, Trump Murka Rumah Presiden Rusia Diserang Drone Ukraina Sikap resmi pemerintah Tajikistan ini dirilis oleh kantor kepresidenan pada Rabu (31/12). Dalam komunikasinya, Rahmon menilai aksi militer tersebut sebagai tindakan yang dapat memperkeruh situasi geopolitik yang sedang memanas. “Dalam percakapan telepon [dengan Putin], Presiden Tajikistan mengecam keras serangan UAV [unmanned aerial vehicle] terhadap kediaman Presiden Rusia Putin di Wilayah Novgorod,” bunyi pernyataan resmi kantor kepresidenan Tajikistan. Kekhawatiran Ganggu Proses Damai Rahmon menyoroti dampak strategis dari serangan drone tersebut. Menurut pernyataan itu, serangan militer yang diduga dilakukan oleh Ukraina terhadap kediaman Putin berpotensi besar mengganggu jalannya perundingan perdamaian di Ukraina yang tengah diupayakan berbagai pihak. Terkait detail insiden, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, sebelumnya menuduh Ukraina telah melancarkan serangan masif menggunakan 91 unit drone pada Minggu malam. Lavrov mengklaim sistem pertahanan Rusia berhasil mematahkan serangan tersebut. Ia menyebut seluruh drone berhasil dihancurkan dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan akibat puing-puing yang jatuh. Saling Tuding Antara Moskow dan Kiev Ketegangan semakin memuncak setelah Juru Bicara Presiden Rusia, Dmitry Peskov, memberikan respons keras. Ia menambahkan bahwa upaya Ukraina menyerang kediaman Presiden Rusia merupakan aksi terorisme yang bertujuan menghambat proses perundingan. Baca Juga: Geopolitik Memanas, Harga Minyak Dunia Terkerek Imbas Insiden Kediaman Putin Di sisi lain, tuduhan Moskow tersebut mendapat bantahan dari Kiev. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menegaskan bahwa narasi yang dibangun Rusia justru merusak semua kemajuan yang telah dicapai dalam perundingan dengan Amerika Serikat. Zelenskyy menilai tudingan tersebut kontraproduktif terhadap upaya diplomasi yang sedang berjalan. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK