RAM Langka, Harga Gadget Jadi Meroket
Faktakalbar.id, TECHNOLOGY -
Industri teknologi global tengah menghadapi kondisi tidak stabil setelah meningkatnya kebutuhan memori untuk kecerdasan buatan.
Random Access memory
(
RAM) langka
di pasar internasional karena produsen mengalihkan kapasitas produksi mereka untuk memenuhi kebutuhan pusat data
Artificial Intelligence
(AI).
Produsen memori kini memprioritaskan pembuatan
High Bandwith Memory
(HBM) untuk server AI, sehingga pasokan
Dynamic Random Access Memory
(DRAM) dan NAND Flash untuk smartphone, laptop, dan Personal Computer (PC) semakin terbatas.
Kondisi ini berdampak langsung pada kenaikan harga gadget dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga:
Penting Tahu! Apa yang Terjadi Jika Hapus Cache HP Android? Ini Dampak dan Cara Bersihkannya
Lonjakan pembangunan pusat data AI dan maraknya model AI generatif membuat kebutuhan memori meningkat drastis.
Samsung, SK Hynix, dan
Micron
mengutamakan produksi memori berperforma tinggi untuk AI, bukan untuk perangkat konsumen.
Inilah faktor utama mengapa
RAM langka
, terutama untuk kebutuhan gadget.
Hal ini ditegaskan oleh
Sumit Sadana
selaku
EVP & Chief Business Officer
di Micron. Ia menjelaskan bahwa kapasitas produksi global kini terserap untuk kebutuhan AI berskala besar.
“Pertumbuhan pusat data yang didorong oleh AI telah menyebabkan lonjakan permintaan akan memori dan penyimpanan. Micron telah mengambil keputusan sulit untuk keluar dari bisnis konsumen Crucial guna meningkatkan pasokan dan dukungan bagi pelanggan strategis kami yang lebih besar di segmen yang tumbuh lebih cepat," dikutip dari situs resmi Micron.
Harga Gadget Melonjak
Karena
RAM langka
, produsen harus menyesuaikan harga perangkat yang menggunakan komponen memori besar. Dampaknya terlihat pada:
Baca Juga:
Waspada Hacker! Dukungan Windows 10 Dihentikan, Cek Risiko Keamanan & 3 Solusi
smartphone
kelas menengah dan
flagship
,
laptop yang membutuhkan DRAM kapasitas besar,
Personal Computer (PC) rakitan yang bergantung pada RAM,
SSD berbasis NAND Flash.
Kenaikan terjadi karena pasokan tidak sebanding dengan permintaan, sementara harga bahan baku memori juga meningkat.
Produsen Mengubah Strategi
Kelangkaan RAM memaksa banyak produsen gadget untuk:
menunda peluncuran perangkat tertentu,
memangkas varian RAM besar,
mengalihkan fokus ke model yang membutuhkan memori lebih kecil,
menyesuaikan margin keuntungan agar tetap kompetitif.
Langkah ini menunjukkan dampak serius AI terhadap rantai pasok elektronik konsumen.
Fenomena kelangkaan memori ini akan terus terjadi selama ekspansi pusat data AI berlangsung. Selama kebutuhan AI meningkat, RAM langka
diperkirakan akan menjadi isu berkelanjutan, dengan harga gadget yang tidak akan stabil.
(*Sari)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.