faktakalbar

Razia Brutal di Brasil Tewaskan 132 Orang, Tudingan Motif Politik Pemilu Menguat

Penulis: Redaksi Tuesday, 04 November 2025 📖 1 menit
Razia Brutal di Brasil Tewaskan 132 Orang, Tudingan Motif Politik Pemilu Menguat
Faktakalbar.id, INTERNASIONAL – Operasi kepolisian besar-besaran yang menargetkan geng narkoba Red Command (Commando Vermelho) di Rio de Janeiro, Brasil, berakhir brutal dan menuai kecaman internasional. Razia ini dilaporkan telah menewaskan 132 orang, termasuk empat aparat keamanan. Ratusan jenazah tersangka anggota geng terlihat berjejer di jalanan permukiman kumuh yang menjadi markas kelompok tersebut. Operasi ini diluncurkan oleh Gubernur Rio de Janeiro, Claudio Castro, yang merupakan sekutu dekat mantan presiden Jair Bolsonaro. Baca Juga:  Serangan Udara di Papua: TPNPB Klaim Militer Indonesia Gunakan Pesawat Tempur ‘Pembunuh’ Super Tucano Castro berdalih "tidak punya pilihan" selain memberangus geng narkoba yang disebutnya sebagai "teroris narkoba". Presiden Brasil, Lula da Silva, memberikan izin untuk operasi tersebut pada Kamis, (30/10/2025). Namun, Lula dilaporkan " ngeri " dan "terkejut" dengan jumlah korban tewas yang sangat tinggi, dan segera mengirim Menteri Keadilan untuk meninjau situasi. Di tengah protes warga dan aktivis HAM, motif politik di balik operasi ini menjadi sorotan tajam. Brasil dijadwalkan akan mengadakan pemilihan umum tahun depan, dan isu keamanan menjadi sorotan utama. Para oposisi menuduh Lula bersikap lunak terhadap kejahatan. Sebuah survei dari Parana Pesquisas bahkan menyatakan hampir 50 persen warga Brasil merasa keamanan memburuk di bawah pemerintahan Lula. Beberapa pengamat menilai razia brutal ini adalah "pertunjukan" politik. Seorang pensiunan polisi, Ferraz, memandang penggerebekan itu sebagai bagian dari "perebutan kendali politik" atas kota. Pengamat kekerasan bersenjata, Cecília Olliveira, melontarkan kritik lebih tajam, menyebut operasi itu adalah langkah pemerintah "mengganti kebijakan dengan tontonan." Para pakar keamanan juga skeptis operasi ini akan efektif. Koordinator Pusat Studi Keamanan Publik dan Kewarganegaraan Rio, Ramos, menyebut tindakan keras itu sebagai "aib internasional". "Mereka tahu, dan kami tahu, bahwa [operasi] ini sama sekali tak akan mengubah apa pun," ujar Ramos. "Dalam sebulan, Komando Merah akan sama terorganisirnya, atau bahkan mungkin lebih terorganisir, daripada sebelumnya,” tambahnya. Baca Juga:  Menteri Energi AS: Tak Akan Ada Awan Cendawan dari Uji Coba Nuklir Trump (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK