faktakalbar

Remehkan Aksi AS Tangkap Maduro, Veteran Pasukan Khusus Rusia: Itu Operasi "Biasa-Biasa Saja"

Penulis: Redaksi Tuesday, 06 January 2026 📖 2 menit
Remehkan Aksi AS Tangkap Maduro, Veteran Pasukan Khusus Rusia: Itu Operasi "Biasa-Biasa Saja"
Faktakalbar.id, MOSKOW – Keberhasilan operasi militer Amerika Serikat dalam menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro , mendapat tanggapan dingin dari kalangan militer Rusia. Veteran dari unit pasukan khusus anti-teror legendaris Rusia, Grup Alpha , menilai operasi tersebut sebagai tindakan yang standar dan tidak menunjukkan keistimewaan taktis yang luar biasa. Baca Juga:   Tiba di New York, Agen AS “Arak” Maduro Menuju Penjara Brooklyn dengan Pintu Van Terbuka Kolonel FSB dan veteran Grup Alpha, Vitaly Demidkin, menyebut bahwa meskipun tindakan tersebut ilegal dan anti-negara, secara teknis pelaksanaannya tergolong mudah. Menurutnya, keberhasilan AS lebih banyak didukung oleh faktor suap dan pengkondisian lapangan ketimbang kemampuan tempur murni. “Saya pikir operasi itu, secara umum, bukanlah hal yang mudah, hanya biasa-biasa saja. Tidak ada perlawanan, mereka dengan cepat masuk, tampaknya menyuap semua orang, menemukan orang-orang korup, dan hanya itu: pintu-pintu itu terbuka, ” ujar Demidkin. Tidak Butuh Intelijen Tinggi Senada dengan Demidkin, veteran Alpha lainnya, Igor Senin , menilai operasi tersebut tidak memerlukan kerja intelijen yang rumit. Ia menyoroti bahwa infrastruktur pertahanan Venezuela telah dilumpuhkan secara masif sebelum pasukan masuk, sehingga pasukan AS praktis memasuki area yang sudah "dibersihkan". “Operasi ini tidak membutuhkan banyak intelijen, karena telah dipersiapkan secara global: pertama, seluruh infrastruktur dilumpuhkan... Dan baru kemudian serangan utama dipersiapkan... Jadi, pada dasarnya, mereka memasuki gedung yang sudah dipersiapkan untuk mereka. Saya tidak melihat profesionalisme khusus di sini,” kritik Igor Senin. Klaim Keunggulan Rusia Para veteran ini meyakini bahwa pasukan khusus Rusia memiliki kualitas yang jauh lebih unggul dibandingkan Pasukan Delta AS, baik dari segi pengalaman penyelamatan sandera maupun motivasi juang. Baca Juga:  Rusia Klaim Kantongi Bukti Serangan Drone ke Rumah Putin, Siap Serahkan Data ke AS “Pasukan kami unggul dalam segala hal. Dalam hal jumlah operasi, jumlah warga sipil dan sandera yang diselamatkan... Dan semangat kami mungkin lebih kuat. Lagipula, kami berjuang dan terus berjuang bukan untuk uang, tetapi untuk orang-orang yang membutuhkan,” tegas Demidkin. Demidkin bahkan menyatakan keinginannya untuk menguji kemampuan pasukannya melawan unit elit AS tersebut di medan operasi yang nyata. Sanggup Tangkap Zelensky Dalam kesempatan yang sama, para veteran ini juga mengklaim bahwa menculik Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, adalah hal yang sangat mungkin dilakukan oleh pasukan khusus Rusia jika ada perintah. Namun, hal itu belum dilakukan karena pertimbangan hukum internasional dan keputusan politik tingkat tinggi. “Kita bisa dengan mudah menculik Zelenskyy, tetapi kita mematuhi hukum internasional. Itulah mengapa kita belum mengambil tindakan tersebut. Tetapi jika ada perintah dari Panglima Tertinggi, saya pikir itu sangat mudah. Pelajari, lacak lokasinya, dan tangkap dia secara diam-diam,” pungkas Demidkin. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK