RI Stop Impor, Harga Beras Dunia Anjlok Drastis
Faktakalbar.id, NASIONAL -
Keberhasilan Indonesia mencapai
swasembada beras
membawa dampak besar bagi pasar pangan internasional. Keputusan pemerintah menghentikan impor beras secara total berhasil meruntuhkan harga beras di tingkat global hingga hampir separuhnya.
Menteri Pertanian
(Mentan) sekaligus Kepala
Badan Pangan Nasional
(Bapanas), Andi Amran Sulaiman, mengungkap fakta mengejutkan ini.
Ia menyebut bahwa absennya Indonesia sebagai pembeli utama membuat stok beras dunia melimpah, sehingga memaksa harga jual jatuh drastis.
Baca Juga:
Indonesia Siap Ekspor 1 Juta Ton Beras Premium
"Para Bupati ini mendapat amal jariyah. Karena bapak, harga pangan dunia dari 660 (dolar AS) turun jadi 368 (dolar AS) per ton. Turun 44 persen. Itulah buah tangan bupati se-Indonesia," kata Amran Sulaiman di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Data tersebut membuktikan bahwa Indonesia kini memegang kendali strategis sebagai penentu harga di pasar global. Indonesia tidak lagi bergantung pada fluktuasi harga luar negeri, melainkan mampu mendikte pasar melalui kebijakan pangannya.
Dunia Penasaran Resep Rahasia RI
Fenomena ini membuat negara-negara maju bertanya-tanya. Delegasi dari Jepang, Kanada, Chile, Belarus, Australia, hingga Rusia datang langsung ke Indonesia. Mereka ingin mempelajari cara Indonesia membalikkan keadaan dalam waktu singkat.
"Yang menarik adalah negara maju pertama kali menginjakkan kakinya di Indonesia. Menteri pertaniannya dari Jepang, datang dari Chile, Kanada, Belarus. Ini negara-negara yang tidak pernah datang ke Indonesia," ujar Amran.
Amran menambahkan bahwa negara-negara tersebut datang dengan pertanyaan besar mengenai strategi Indonesia melompat menjadi produsen beras terbesar nomor dua di dunia dalam hal peningkatan produksi.
Produksi Melonjak Tajam
Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) dalam laporannya mencatat prestasi gemilang Indonesia. FAO menempatkan Indonesia di peringkat dua dunia dalam hal pertumbuhan produksi beras tertinggi selama dua tahun terakhir, yakni naik sebesar 4,5 persen.
Baca Juga:
Euforia Swasembada Beras 2025, Pemerintah “Ditodong” Realita Impor Daging dan Kedelai yang Masih Tinggi
Secara nasional, produksi beras Indonesia sepanjang tahun 2025 menembus angka 34,71 juta ton. Jumlah ini melampaui kebutuhan konsumsi tahunan nasional yang hanya sebesar 31,19 juta ton. Artinya, Indonesia mencatat surplus produksi hingga 111,2 persen.
Capaian ini sekaligus mencetak rekor stok beras terbesar di Perum Bulog sejak tahun 1969. Dengan gudang yang penuh, pemerintah memastikan tidak perlu melakukan impor lagi.
(*Sr)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.