faktakalbar

Ribuan Pegawai di Ambang PHK, Shutdown Pemerintah AS Masuki Hari Kelima

Penulis: Redaksi Tuesday, 07 October 2025 📖 1 menit
Ribuan Pegawai di Ambang PHK, Shutdown Pemerintah AS Masuki Hari Kelima
Faktakalbar.id, INTERNASIONAL - Nasib ribuan pegawai federal Amerika Serikat (AS) kini berada di ujung tanduk, menjadi korban perseteruan politik antara Partai Demokrat dan Partai Republik di Kongres yang memicu penutupan pemerintah ( shutdown ). Memasuki hari kelima, kebuntuan pengesahan RUU Anggaran masih belum terpecahkan. Akibatnya, pemerintah federal kehilangan wewenang untuk mendanai operasional nya, termasuk membayar gaji para pegawainya. Akar masalah dari kebuntuan ini adalah "perang" syarat dalam RUU Anggaran. Baca Juga:  Sebar Isu Bandara Berhantu Demi Konten, YouTuber India Ditahan Polisi Partai Demokrat bersikeras untuk memasukkan perpanjangan subsidi di bawah Undang-Undang Perawatan Terjangkau ( Affordable Care Act /ACA). Di sisi lain, Partai Republik menolak mentah-mentah dan menuntut RUU anggaran yang "bersih" tanpa tambahan apa pun. Presiden Donald Trump bahkan telah mengisyaratkan bahwa konsekuensi terburuk, yakni PHK massal, sudah di depan mata. "Saat ini (PHK) sedang berlangsung," ujar Trump dalam sebuah pernyataan. Upaya kompromi pun gagal. Proposal pendanaan jangka pendek hingga 21 November ditolak oleh senator Partai Demokrat, yang merasa tidak dilibatkan dalam negosiasi. "Mereka (Partai Republik) menolak untuk berbicara dengan kami," klaim Pemimpin Senat Demokrat, Chuck Schumer . Hingga negosiasi antara kedua kubu menemukan titik temu, layanan publik akan terus terganggu dan nasib para pegawai federal tetap terkatung-katung tanpa bayaran. Baca Juga:  Guru SMPN 13 Pontianak Raih Penghargaan Internasional UNESCO Berkat Inovasi AI (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK