faktakalbar

Ribuan Siswa Keracunan MBG, Bahaya Menu Ikan Hiu Tinggi Merkuri Jadi Sorotan

Penulis: Redaksi Friday, 26 September 2025 📖 1 menit
Ribuan Siswa Keracunan MBG, Bahaya Menu Ikan Hiu Tinggi Merkuri Jadi Sorotan
Faktakalbar.id, NASIONAL - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan tajam menyusul ribuan kasus dugaan keracunan yang tersebar di 16 provinsi. Insiden ini memicu kekhawatiran publik tidak hanya terkait kebersihan, tetapi juga jenis bahan pangan yang digunakan, termasuk potensi bahaya konsumsi ikan hiu yang diketahui mengandung merkuri tinggi. Baca Juga:   Gubernur Kalbar Geram Insiden Keracunan MBG: “Siapa Koordinatornya? Saya Akan Cari!” Salah satu kasus terbaru menimpa Nazwa, siswi SMA Negeri 7 Kota Baubau , Sulawesi Tenggara. Pada 16 September 2025, ia mengalami sakit perut, pusing, dan mual setelah menyantap menu kari ayam dari program MBG yang menurutnya berbau aneh. Peristiwa yang dialami Nazwa bukanlah insiden tunggal. Data yang terhimpun menunjukkan telah terjadi lebih dari 5.000 kasus keracunan serupa di puluhan kota dan kabupaten, yang menimbulkan pertanyaan serius mengenai standar pengawasan dan kelayakan program secara keseluruhan. Kekhawatiran publik semakin meningkat terkait pemilihan menu yang tidak lazim, seperti ikan hiu. Secara ilmiah, hiu sebagai predator puncak rantai makanan di laut memiliki kadar merkuri yang sangat tinggi, rata-rata mencapai 0,979 ppm, jauh di atas ambang batas aman untuk konsumsi manusia. Baca Juga:   Kasus Hiu Goreng di Ketapang Disorot, BGN: “Apa yang Jadi Kearifan Lokal, Kita Gunakan” Akumulasi merkuri dalam tubuh dapat berdampak buruk pada sistem saraf, otak, dan kesehatan jangka panjang. Rentetan kejadian keracunan ini pun memunculkan perdebatan hukum mengenai pertanggungjawaban pemerintah atas kasus yang terus berulang dalam program nasional tersebut. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK