faktakalbar

Ringgit Malaysia Masuk Daftar 20 Mata Uang Paling Berpengaruh Global 2025

Penulis: Redaksi Monday, 14 July 2025 📖 3 menit
Ringgit Malaysia Masuk Daftar 20 Mata Uang Paling Berpengaruh Global 2025
Faktakalbar.id, INTERNASIONAL - Ringgit Malaysia berhasil masuk dalam daftar 20 mata uang paling berpengaruh di dunia pada tahun 2025. Capaian ini dilaporkan oleh Seasia Stats yang mengutip data dari Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT) , sebuah lembaga yang memantau sistem transaksi antarbank secara global. Baca Juga: Rupiah Menguat Tipis Jadi Rp16.396 per Dolar AS Usai BI Pangkas Suku Bunga Mata uang Negeri Jiran ini menempati posisi ke-20 setelah volume transaksi internasional yang menggunakan ringgit terus meningkat. "Transaksi ramai yang didominasi ringgit Malaysia akan terus mengukuhkan mata uang lokal sebagai salah satu dari 20 mata uang teratas secara global," ujar seorang pejabat dari perusahaan manajemen kekayaan, dikutip dari New Straits Times . Permintaan Ringgit Meningkat karena Perdagangan Regional Menurut Stephen Innes dari SPI Asset Management, tingginya permintaan ringgit didorong oleh kuatnya hubungan dagang Malaysia dengan negara-negara seperti Tiongkok, Singapura, dan kawasan Asia Tenggara. Produk-produk ekspor utama seperti elektronik, semikonduktor, minyak sawit, dan energi menjadi penopang utama penguatan nilai tukar ringgit. Bahkan, ringgit sempat menyentuh level terkuatnya pada tahun ini di posisi MYR 4,1990 per dolar AS pada 5 Mei 2025, mencatatkan penguatan sekitar 6,2% sejak awal tahun. Peran Strategis Kebijakan Pemerintah Malaysia Tidak hanya dari sisi perdagangan, kekuatan ringgit juga ditopang oleh kebijakan fiskal dan moneter pemerintah Malaysia. Defisit fiskal berhasil ditekan menjadi 4,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal I-2025, turun dari 5,7% di periode yang sama tahun sebelumnya. Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp16.437 per Dolar AS, Didukung Sentimen Positif dari China dan Inflasi Domestik Langkah-langkah strategis seperti kenaikan Pajak Penjualan dan Jasa (PPnJ) dari 6% menjadi 8% pada Maret 2024 serta rasionalisasi subsidi solar pada Juni 2025 memberikan dampak positif. Pendapatan dari PPnJ melonjak 30,3% di kuartal I-2025, sementara beban subsidi berhasil dikurangi secara signifikan. "Hal ini mendukung penguatan ringgit karena investor asing dipandang sebagai pembeli bersih di pasar obligasi kami, terutama pada Surat Berharga Pemerintah Malaysia (SBN) dan Surat Berharga Investasi Pemerintah (SBI)," ujar Kepala Ekonom Bank Muamalat Malaysia, Dr. Mohd Afzanizam Abdul Rashid. Ringgit di Peta Mata Uang Global Meski pangsa penggunaan ringgit dalam transaksi global masih di bawah 0,3%, masuknya mata uang ini ke daftar 20 besar mencerminkan peningkatan relevansi Malaysia dalam sistem keuangan internasional. "Ini bukan hanya soal ukuran, tapi posisi strategis Malaysia dalam jaringan perdagangan dan keuangan global," jelas Innes. Adapun dolar AS masih menjadi mata uang paling dominan di dunia dengan pangsa 49,68%, disusul euro (22,24%), pound sterling (6,51%), dan yen Jepang (4,03%). Baca Juga: Merah Menyala: Rupiah Anjlok Lagi, Kini Nilai Tukar Rupiah Tembus 17.000 per Dolar Ringgit Malaysia kini bersanding dengan mata uang lain seperti forint Hungaria dan baht Thailand dalam daftar 20 besar versi SWIFT. Nasib Berbeda: Rupiah Masih Bergulat dengan Tekanan Global Berbanding terbalik dengan ringgit, rupiah Indonesia masih menghadapi tekanan yang cukup besar. Sepanjang semester I 2025, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus berfluktuasi karena berbagai tekanan eksternal. Mulai dari kebijakan tarif agresif Presiden AS Donald Trump, konflik geopolitik di Timur Tengah, hingga ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) menjadi penyebabnya. Rupiah dibuka pada awal tahun di level Rp16.090 per dolar AS dan ditutup pada 30 Juni 2025 di posisi Rp16.230 per dolar AS. Sepanjang periode tersebut, rupiah mencatatkan depresiasi sebesar 0,87%. Ke depan, Indonesia memerlukan reformasi struktural yang lebih mendalam agar rupiah dapat berperan lebih besar di kancah keuangan global. Baca Juga: Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar Sentuh Angka Rp16.300, Pemerintah Monitor! Penguatan transaksi lintas negara dengan rupiah serta integrasi sistem keuangan regional menjadi langkah penting untuk meniru keberhasilan ringgit Malaysia. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK