faktakalbar

Rusia Klaim Kantongi Bukti Serangan Drone ke Rumah Putin, Siap Serahkan Data ke AS

Penulis: Redaksi Sunday, 04 January 2026 📖 1 menit
Rusia Klaim Kantongi Bukti Serangan Drone ke Rumah Putin, Siap Serahkan Data ke AS
Faktakalbar.id, MOSKOW – Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengumumkan temuan signifikan terkait insiden keamanan yang melibatkan pesawat nirawak (UAV) pada akhir tahun lalu. Dinas intelijen negara tersebut mengklaim berhasil mengekstrak berkas misi penerbangan dari salah satu drone yang menyerang kediaman Presiden Vladimir Putin . Baca Juga:  “Jangan Lama-lama Pengecut!”, Tantangan Maduro Dijawab Trump dengan Penangkapan di Kamar Tidur Bukti forensik digital ini rencananya akan segera diserahkan kepada pihak Amerika Serikat. Berdasarkan pernyataan resmi yang dirilis Kamis (1/1/2026), insiden penembakan jatuh drone tersebut terjadi pada malam 29 Desember 2025 di wilayah Novgorod . Tim ahli Rusia kemudian melakukan pemeriksaan teknis mendalam terhadap puing-puing unit navigasi drone yang berhasil diamankan. "Petugas dinas khusus Rusia melakukan pemeriksaan teknis khusus terhadap unit navigasi salah satu UAV Ukraina yang ditembak jatuh pada malam 29 Desember 2025 di wilayah Novgorod," bunyi keterangan resmi tersebut. Target Terkonfirmasi: Kediaman Presiden Hasil ekstraksi data navigasi mengungkap fakta mengejutkan mengenai target spesifik serangan tersebut. Para ahli berhasil memulihkan rencana penerbangan yang tersimpan di dalam sistem drone, yang secara jelas mengarahkan wahana tersebut ke salah satu fasilitas pribadi milik Presiden Rusia. "Para ahli berhasil mengekstrak berkas yang berisi rencana penerbangan dari unit navigasi... Data yang telah diambil dari berkas tersebut menunjukkan salah satu fasilitas kediaman presiden Rusia adalah tujuan akhir drone tersebut," ungkap pihak kementerian. Baca Juga:   Dapat Laporan Langsung dari Putin, Trump Murka Rumah Presiden Rusia Diserang Drone Ukraina Sebagai langkah transparansi atau peringatan diplomatik, Moskow menegaskan tidak akan menyimpan data ini sendirian. Mereka akan meneruskan bukti tersebut kepada Washington melalui jalur komunikasi resmi yang telah ada. "Data ini akan diserahkan kepada pihak Amerika melalui saluran yang telah ditetapkan," pungkas Kemhan Rusia. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK