faktakalbar

Pedro Sánchez Lawan Ancaman Embargo Trump: Tegaskan Spanyol Tolak Perang Iran

Penulis: Redaksi Thursday, 05 March 2026 📖 1 menit
Pedro Sánchez Lawan Ancaman Embargo Trump: Tegaskan Spanyol Tolak Perang Iran
Faktakalbar.id, MADRID – Perdana Menteri Spanyol , Pedro Sánchez , memberikan tanggapan keras terhadap ancaman embargo perdagangan penuh yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump , dengan menegaskan sikap "Tidak pada Perang" dan ketaatan pada hukum internasional, Rabu (4/3/2026). Baca Juga:  Dilarang Pakai Pangkalan Militer, Trump Ancam Putus Hubungan Dagang dengan Spanyol Ketegangan diplomatik ini memuncak setelah Spanyol menolak memberikan izin kepada Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militer gabungan di Morón dan Rota sebagai titik peluncuran serangan terhadap Iran. Menanggapi penolakan tersebut, Donald Trump mengancam akan memutus seluruh hubungan dagang dengan Spanyol saat bertemu Kanselir Jerman, Friedrich Merz. "Kita akan menghentikan semua perdagangan dengan Spanyol. Kami tidak ingin berhubungan apa pun dengan Spanyol," tegas Trump, yang juga menuding Spanyol sebagai mitra NATO yang buruk karena gagal memenuhi target anggaran pertahanan 5% dari PDB. Solidaritas Uni Eropa dan Posisi Spanyol Dalam pidato televisi selama 10 menit dari kediaman resminya, Sánchez menyatakan bahwa posisi pemerintahannya didasarkan pada perdamaian, serupa dengan sikap mereka terhadap konflik di Ukraina dan Gaza. Ia memperingatkan bahwa membalas satu ilegalitas dengan ilegalitas lainnya hanya akan memicu bencana kemanusiaan yang lebih besar, berkaca pada dampak invasi Irak dua dekade silam. Baca Juga:   Insiden “Friendly Fire”, Pertahanan Udara Kuwait Tak Sengaja Tembak Jatuh 3 Jet F-15 Amerika Serikat Sikap tegas Sánchez ini mendapat dukungan luas dari pemimpin Eropa: Prancis : Presiden Emmanuel Macron menyampaikan solidaritas penuh melalui sambungan telepon. Jerman : Kanselir Friedrich Merz menegaskan kepada Trump bahwa AS tidak bisa membuat perjanjian dagang terpisah dengan Jerman tanpa melibatkan Spanyol. Uni Eropa : Presiden Dewan Eropa António Costa juga menyatakan dukungan penuh blok tersebut terhadap Spanyol. Meskipun juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengklaim Spanyol mulai melunak, Menteri Luar Negeri Spanyol José Manuel Albares membantah keras hal tersebut dan menyatakan bahwa posisi pemerintah Spanyol "tidak berubah sedikit pun." (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK