Pedro Sánchez Lawan Ancaman Embargo Trump: Tegaskan Spanyol Tolak Perang Iran
Faktakalbar.id, MADRID
– Perdana Menteri
Spanyol
,
Pedro Sánchez
, memberikan tanggapan keras terhadap ancaman embargo perdagangan penuh yang dilontarkan Presiden AS
Donald Trump
, dengan menegaskan sikap "Tidak pada Perang" dan ketaatan pada hukum internasional, Rabu (4/3/2026).
Baca Juga:
Dilarang Pakai Pangkalan Militer, Trump Ancam Putus Hubungan Dagang dengan Spanyol
Ketegangan diplomatik ini memuncak setelah Spanyol menolak memberikan izin kepada Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militer gabungan di Morón dan Rota sebagai titik peluncuran serangan terhadap Iran.
Menanggapi penolakan tersebut, Donald Trump mengancam akan memutus seluruh hubungan dagang dengan Spanyol saat bertemu Kanselir Jerman, Friedrich Merz.
"Kita akan menghentikan semua perdagangan dengan Spanyol. Kami tidak ingin berhubungan apa pun dengan Spanyol,"
tegas Trump, yang juga menuding Spanyol sebagai mitra NATO yang buruk karena gagal memenuhi target anggaran pertahanan 5% dari PDB.
Solidaritas Uni Eropa dan Posisi Spanyol
Dalam pidato televisi selama 10 menit dari kediaman resminya, Sánchez menyatakan bahwa posisi pemerintahannya didasarkan pada perdamaian, serupa dengan sikap mereka terhadap konflik di Ukraina dan Gaza.
Ia memperingatkan bahwa membalas satu ilegalitas dengan ilegalitas lainnya hanya akan memicu bencana kemanusiaan yang lebih besar, berkaca pada dampak invasi Irak dua dekade silam.
Baca Juga:
Insiden “Friendly Fire”, Pertahanan Udara Kuwait Tak Sengaja Tembak Jatuh 3 Jet F-15 Amerika Serikat
Sikap tegas Sánchez ini mendapat dukungan luas dari pemimpin Eropa:
Prancis
: Presiden
Emmanuel Macron
menyampaikan solidaritas penuh melalui sambungan telepon.
Jerman
: Kanselir
Friedrich Merz
menegaskan kepada Trump bahwa AS tidak bisa membuat perjanjian dagang terpisah dengan Jerman tanpa melibatkan Spanyol.
Uni Eropa
: Presiden Dewan Eropa António Costa juga menyatakan dukungan penuh blok tersebut terhadap Spanyol.
Meskipun juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengklaim Spanyol mulai melunak, Menteri Luar Negeri Spanyol José Manuel Albares membantah keras hal tersebut dan menyatakan bahwa posisi pemerintah Spanyol "tidak berubah sedikit pun."
(FR)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.