Sejarah Seulawah RI-001: "Gunung Emas" Sumbangan Rakyat Aceh Cikal Bakal Garuda
Faktakalbar.id, NASIONAL
- Pesawat
Dakota RI-001 Seulawah
, yang merupakan cikal bakal berdirinya perusahaan penerbangan niaga pertama
Indonesian Airways
, kembali menjadi sorotan.
Sejarahnya sebagai "Gunung Emas" sumbangan rakyat Aceh mengemuka setelah salah satu penyumbangnya,
Teungku Nyak Sandang
, menerima Bintang Jasa Utama dari
Presiden Prabowo
, Selasa (11/11/25).
Pesawat jenis Dakota dengan nomor sayap RI-001 ini dibeli dari uang sumbangan rakyat
Aceh
pada pertengahan 1948.
Baca Juga:
Prabowo Berlutut Sematkan Bintang Jasa Utama untuk Teungku Nyak Sandang
Sejarah mencatat, pada 16 Juni 1948 di Hotel Atjeh, Presiden Soekarno berhasil membangkitkan patriotisme rakyat Aceh.
Melalui sebuah kepanitiaan, berhasil dikumpulkan sumbangan setara dengan 20 kg emas.
Dana inilah yang digunakan untuk membeli pesawat Dakota yang kemudian diberi nama Seulawah, berarti "Gunung Emas".
Pesawat Dakota DC-3 Seulawah ini memiliki panjang badan 19,66 meter dan rentang sayap 28,96 meter.
Pesawat ini tiba di Tanah Air pada Oktober 1948 dan besar jasanya dalam perjuangan awal pembentukan negara, termasuk digunakan Wakil Presiden Mohammad Hatta untuk perjalanan keliling Sumatra.
Baca Juga:
Pesawat A400M ‘Multifungsi’ TNI AU Diserahkan Presiden: Bisa MEDEVAC dan Isi Bensin di Udara
Saat Agresi Militer Belanda II terjadi, Dakota RI-001 Seulawah sedang berada di Kalkuta, India, untuk perawatan berkala dan tidak bisa kembali.
Atas prakarsa Wiweko Supono, dengan modal pesawat sumbangan Aceh inilah, didirikanlah Indonesian Airways di Burma (Myanmar) yang mulai beroperasi pada 26 Januari 1949 dan menjadi cikal bakal Garuda Indonesia.
(ra)
Tag:
#Garuda Indonesia
#Sejarah Kemerdekaan
#Pesawat Seulawah
#Sumbangan Rakyat Aceh
#Sejarah Penerbangan
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.