Semburkan Abu 500 Meter, Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Berstatus Waspada Level II
Faktakalbar.id, NASIONAL -
Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali memuntahkan abu vulkanik pada Jumat (10/4/2026).
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki kali ini menghasilkan lontaran kolom abu setinggi kurang lebih 500 meter di atas puncak.
Baca Juga:
Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki Tewaskan 10 Orang, Satu Keluarga Tertimpa Batu Besar
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan bahwa peristiwa vulkanik tersebut terekam dengan jelas melalui instrumen kegempaan. Erupsi ini tercatat di seismogram Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) dengan amplitudo maksimum 7,4 milimeter dan berlangsung selama rentang waktu 2 menit 47 detik.
"Erupsi terjadi pada pukul 07.24 Wita dengan kolom abu berwarna kelabu berintensitas sedang yang condong ke arah timur laut," ujar Lana Saria dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Merespons kondisi terkini erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, pihak otoritas memastikan bahwa tingkat aktivitas gunung api tersebut belum mengalami peningkatan status yang berbahaya. Pemerintah meminta warga untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi hoaks dari sumber yang tidak jelas.
"Saat ini Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada status Level II atau waspada, dengan rekomendasi masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius empat kilometer dari pusat erupsi," kata Lana.
Badan Geologi juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama di sekitar aliran sungai yang berhulu langsung di puncak gunung. Wilayah yang rawan dilintasi lahar dingin tersebut meliputi area Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Selain ancaman lahar, warga yang bermukim di daerah terdampak paparan hujan abu vulkanik diimbau untuk selalu menggunakan masker pelindung hidung dan mulut. Upaya ini penting guna mencegah timbulnya infeksi gangguan pada sistem pernapasan.
Baca Juga:
Gunungapi Dukono Erupsi, Tinggi Kolom Letusan Capai 1.900 Meter
Dari segi teknis, data pemantauan satelit terbaru dari PGA Lewotobi Laki-laki mengindikasikan adanya pola deflasi atau pengempisan pada tubuh gunung. Kondisi ini menunjukkan ketiadaan suplai magma dalam jumlah besar dari dalam perut bumi. Berdasarkan rekam jejak sejarahnya, gunung api ini memiliki karakteristik letusan eksplosif yang mampu menghasilkan material pijar, endapan abu pekat, aliran lava, hingga terjangan awan panas, dengan periode letusan bervariasi antara satu hingga 29 tahun.
Rangkaian aktivitas vulkanik hari ini menambah catatan panjang krisis letusan yang terjadi pada November 2024 dan periode Maret hingga Oktober 2025. Pada masa tersebut, letusan hebat sempat memicu lontaran abu setinggi delapan hingga 10 kilometer. Akibat kerusakan permukiman dan lingkungan dari material vulkanik, lebih dari 500 kepala keluarga terpaksa mengungsi dan direlokasi secara permanen sesuai hasil kajian kelayakan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
(*Red)
Tag:
#Flores Timur
#Gunung Lewotobi Laki-Laki
#bencana alam NTT
#Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
#Badan Geologi
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.