faktakalbar

Setara Kapal Penjelajah! KRI Balaputradewa 322 Bakal Gendong 64 Sel Rudal Canggih Buatan Turki

Penulis: Redaksi Sunday, 21 December 2025 📖 1 menit
Setara Kapal Penjelajah! KRI Balaputradewa 322 Bakal Gendong 64 Sel Rudal Canggih Buatan Turki
Faktakalbar.id, NASIONAL – Kekuatan armada tempur laut Indonesia akan segera mendapat suntikan daya gempur yang signifikan. Fregat terbaru TNI Angkatan Laut , KRI Balaputradewa 322 , dipastikan akan dilengkapi dengan sistem peluncur rudal vertikal atau Vertical Launching System (VLS) tipe MIDLAS buatan perusahaan pertahanan Turki, Roketsan. Baca Juga:  Lompatan Besar Pertahanan Laut, Frigate Merah Putih ‘KRI Balaputradewa-322’ Resmi Diluncurkan Langkah strategis ini dinilai sebagai lompatan besar dalam modernisasi alutsista nasional. Pasalnya, KRI Balaputradewa 322 akan mengadopsi jumlah sel peluncur yang tidak main-main, yakni sebanyak 64 sel. Konfigurasi ini menempatkan fregat tersebut setara dengan daya gempur kapal penjelajah ( cruiser ) atau fregat kelas berat ( heavy frigate ) angkatan laut negara maju. "Langkah ini dinilai berani karena fregat ini mengadopsi 64 sel peluncur, setara dengan daya gempur kapal penjelajah atau fregat berat kelas dunia," tulis laporan spesifikasi teknis kapal tersebut. Keunggulan Teknologi MIDLAS MIDLAS ( Milli Dikey Atım Lançer Sistemi ) merupakan sistem VLS pertama yang dikembangkan secara mandiri oleh Turki. Sistem ini dirancang dengan konsep modular dan tahan korosi, serta mendukung mekanisme peluncuran panas ( hot launch ). Baca Juga:   Jadi ‘War Trophy’ di Perbatasan, Tentara Thailand Sita Rudal Canggih Buatan China dari Pasukan Kamboja Keunggulan utamanya terletak pada fleksibilitas isian munisi. Sistem ini mampu meluncurkan berbagai varian rudal canggih buatan Turki, mulai dari rudal pertahanan udara HISAR-D RF dan SIPER Block 1, rudal anti-kapal ATMACA , hingga rudal anti-kapal selam di masa depan. Desain Stabil dan Bebas Embargo Secara teknis, penempatan 64 sel MIDLAS akan difokuskan di bagian tengah kapal ( midship ). Posisi ini dipilih untuk memberikan stabilitas optimal saat kapal bermanuver atau menghadapi gelombang tinggi di lautan lepas. Selain aspek teknis, pemilihan teknologi Turki juga membawa keuntungan strategis non-teknis. Kerja sama ini menegaskan kemandirian industri pertahanan Indonesia karena terbebas dari batasan politik ketat yang sering kali melekat pada pembelian alutsista dari negara-negara Barat lainnya. (Ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK