Sinergi Pusat dan Daerah, BNPB Tinjau 41 Bangunan Terdampak Gempa M 7,6 di Kota Bitung
Faktakalbar.id, BITUNG
— Pemerintah pusat melalui
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
bergerak cepat melakukan asesmen dampak gempabumi bermagnitudo 7,6 di wilayah Kota Bitung, Sulawesi Utara.
Peninjauan difokuskan di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, guna memetakan skala prioritas bantuan pascabencana, Jumat (3/4/2026).
Hadir atas arahan Kepala BNPB, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, bersama Plt. Inspektur III BNPB, Kombes Pol. Deden Nurhidayatullah.
Keduanya melakukan koordinasi
intensif
bersama Wali Kota Bitung dan jajaran Forkopimda untuk memastikan pelayanan publik dan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi secara optimal.
Baca Juga:
Instruksi Presiden Prabowo, Kepala BNPB Pastikan Perbaikan Rumah Terdampak Gempa M 7,6 di Manado
Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, memberikan apresiasi atas respons cepat pemerintah pusat yang turun langsung ke lapangan. Berdasarkan pendataan sementara, tercatat sebanyak 41 bangunan yang terdiri dari rumah tinggal dan fasilitas umum mengalami kerusakan.
“Kami memberikan apresiasi kepada BNPB yang hadir langsung di Kota Bitung untuk meninjau dampak bencana yang baru saja terjadi,” ujar Hengky di sela peninjauan lapangan.
Meski terdapat puluhan bangunan terdampak, Hengky menilai tingkat kerusakan yang terjadi masih dalam skala yang dapat ditangani oleh pemerintah kota. Namun, sinergi dengan BNPB tetap diperkuat untuk mengantisipasi kebutuhan darurat yang lebih besar.
“Sampai saat ini kami masih terus berkoordinasi dengan BNPB pusat. Apabila terdapat kebutuhan dukungan tambahan, akan segera kami sampaikan kepada pemerintah pusat,” pungkasnya.
Komitmen dukungan BNPB mencakup bantuan logistik permakanan dan non-permakanan, peralatan kebencanaan, hingga dukungan anggaran darurat sesuai dengan arahan Presiden RI.
Langkah ini diambil agar proses pemulihan infrastruktur di Bitung dapat berjalan lebih cepat tanpa hambatan administratif yang rumit.
BNPB tetap mengimbau masyarakat Bitung untuk tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan. Kolaborasi lintas sektor antara TNI, Polri, dan BPBD diharapkan mampu mengembalikan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat ke kondisi normal dalam waktu singkat.
Baca Juga:
Pastikan Ibadah Paskah Aman, Kepala BNPB Tinjau Gereja Terdampak Gempa M 7,6 di Minahasa
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.