faktakalbar

SOT dan EWS Jadi Teknologi Polda Kalbar Amankan Pilkada Kalbar 2024

Penulis: Redaksi Monday, 16 September 2024 📖 1 menit
SOT dan EWS Jadi Teknologi Polda Kalbar Amankan Pilkada Kalbar 2024
PONTIANAK - Polda Kalimantan Barat memanfaatkan teknologi aplikasi Sistem Operasi Terpadu (SOT) dan Early Warning System (EWS) dalam rangka menjaga sistuasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama pelaksanaan pengamanan tahapan Pilkada Serentak 2024. Kabidhumas Polda Kalbar, Kombes Pol Raden Petit Wijaya, menyampaikan bahwa pemanfaatan kedua teknologi aplikasi tersebut merupakan upaya Polda Kalbar meningkatkan efektivitas pengendalian dinamika selama tahapan Pilkada berlangsung. “Pemanfaatan kedua teknologi ini merupakan upaya kami meningkatkan efektivitas pengamanan dan ketertiban masyarakat. Kami ingin memastikan masa tahapan Pemilu 2024 tetap berjalan aman dan kondusif,” ucapnya, Minggu (15/9/2024). Lebih lanjut ia menyampaikan, bahwa penggunaan keduanya telah dilakukan beberapa kali dalam kegiatan Polda Kalbar. Salah satunya adalah Operasi Mantap Brata 2024. “Dengan teknologi ini, Satgas OMP Kapuas Polda Kalbar berharap dapat memberikan dampak positif di Kalbar dan tahapan pelaksanaan Pilkada 2024 dapat berjalan aman dan kondusif hingga selesai,” tuturnya. Aplikasi SOT digunakan untuk memantau situasi dan kondisi keamanan di wilayah hukum Polda Kalbar secara real-time. Ia dilengkapi dengan berbagai fitur diantaranya seperti pemantauan posisi personil dilapangan, pemantauan CCTV, pemantauan arus lalu lintas, dan pemantauan media sosial. Sedangkan aplikasi EWS juga bisa digunakan untuk mendeteksi potensi ancaman keamanan. Dilengkapi dengan berbagai sensor, seperti sensor asap, sensor gempa, dan sensor gelombang laut serta fungsi fungsi lainnya sehingga dapat membantu dalam merencanakan kegiatan. (mro/hms)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK