Akhiri Penantian 30 Tahun, Cosmo Pharmaceuticals Umumkan Terobosan Obat Oles untuk Atasi Kebotakan Pria
Faktakalbar.id, DUBLIN -
Kabar gembira bagi jutaan pria di seluruh dunia yang mengalami masalah kerontokan rambut.
Cosmo Pharmaceuticals N.V.
, perusahaan farmasi global berbasis teknologi AI, mengumumkan hasil positif dari dua uji klinis Fase III untuk
clascoterone 5% topical solution
.
Obat ini digadang-gadang menjadi terobosan terapeutik besar pertama dalam pengobatan kebotakan pola pria (
Androgenetic Alopecia
/AGA) dalam lebih dari tiga dekade terakhir, Selasa (03/12/25).
Baca Juga:
Soroti Kesehatan Mental Gen Z, Menkes Budi: Jangan Berambisi di Luar Kemampuan
Dalam uji klinis yang melibatkan 1.465 pasien di Amerika Serikat dan Eropa, cairan
clascoterone 5%
menunjukkan efektivitas yang signifikan secara statistik.
Dibandingkan dengan plasebo, satu studi menunjukkan peningkatan pertumbuhan rambut di area target sebesar 5,39 kali lipat (539 persen), sementara studi kedua menunjukkan peningkatan 1,68 kali lipat (168 persen).
Keunggulan utama obat ini terletak pada profil keamanannya.
Studi menunjukkan efek samping yang muncul sebanding dengan plasebo, yang berarti obat ini dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh.
Secara mekanisme,
clascoterone 5%
bekerja dengan cara yang benar-benar baru.
Obat oles ini memblokir
dihydrotestosterone
(DHT) langsung pada reseptor folikel rambut tanpa diserap secara sistemik ke seluruh tubuh.
Baca Juga:
Waktu Terbaik Makan Pisang untuk Kesehatan Jantung: Pukul 11.00 Pagi Jadi Pilihan Ideal
Hal ini menjadikannya
inhibitor
reseptor androgen topikal pertama yang menargetkan akar biologis kebotakan tanpa risiko efek samping hormonal yang sering dikaitkan dengan terapi obat minum (oral) yang ada saat ini.
CEO Cosmo Pharmaceuticals, Giovanni Di Napoli, menyebut hasil ini sebagai momen penting bagi miliaran pria yang berjuang dengan dampak emosional akibat kebotakan.
“Untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga puluh tahun, kita memiliki mekanisme yang benar-benar baru dengan potensi untuk mengubah realitas tersebut. Data yang meyakinkan ini memberikan kami kepercayaan diri penuh untuk pengajuan regulasi mendatang,”
ujar Di Napoli.
Dr. Maria Hordinsky, Profesor Dermatologi dari Universitas Minnesota, menambahkan bahwa temuan ini berpotensi mendefinisikan ulang cara dokter kulit merawat pasien AGA di seluruh dunia, yang selama ini memiliki pilihan pengobatan terbatas.
Cosmo Pharmaceuticals dijadwalkan menyelesaikan tindak lanjut keamanan selama 12 bulan pada musim semi 2026.
Setelah data lengkap, perusahaan akan segera mengajukan persetujuan regulasi ke FDA (Amerika Serikat) dan EMA (Eropa) agar obat ini dapat segera dipasarkan.
(ra)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.