faktakalbar

Tiga Hektare Lahan Hangus, Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Nunukan

Penulis: Redaksi Sunday, 19 April 2026 📖 2 menit
Tiga Hektare Lahan Hangus, Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Nunukan
Faktakalbar.id, NUNUKAN — Bencana hidrometeorologi kering berupa kebakaran hutan dan lahan di Nunukan dilaporkan kembali terjadi pada hari Sabtu (18/4/2026). Titik api yang melahap area vegetasi tersebut berlokasi di wilayah Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Baca Juga:  BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Terjang Enam Kabupaten di Indonesia Berdasarkan catatan situasi harian dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), luasan area yang terdampak kobaran api dalam insiden ini ditaksir mencapai kurang lebih 3 hektare. Menindaklanjuti temuan titik panas tersebut, tim satuan tugas gabungan yang terdiri dari berbagai elemen langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan operasi pemadaman guna mencegah api menjalar lebih luas mendekati area permukiman. Hingga saat laporan dirilis, upaya pendinginan dan pemadaman titik api di area kebakaran hutan dan lahan di Nunukan ini masih terus diintensifkan oleh tim gabungan di lapangan. Munculnya titik api di wilayah Kalimantan Utara ini sejalan dengan prakiraan kondisi cuaca yang diterbitkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan analisis cuaca terkini, sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Kalimantan Utara dan Riau, memang sedang mengalami kondisi cuaca yang lebih kering dibandingkan wilayah lainnya. Kondisi kering yang esktrem ini meningkatkan potensi kemunculan titik panas ( hotspot ) yang dapat memicu terjadinya karhutla dengan sangat cepat. Pihak BNPB menjelaskan bahwa perbedaan situasi cuaca yang kontras antarwilayah di Indonesia saat ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer regional di masa pancaroba. Beberapa wilayah mulai didominasi oleh pergerakan massa udara kering yang memicu risiko kekeringan. Ditambah lagi, keberadaan faktor lokal seperti sifat gambut yang mudah mengering serta kelalaian aktivitas manusia sangat memperbesar peluang munculnya titik api baru. Baca Juga:  BNPB Catat 23 Bencana dalam Sehari: Banjir Terjang Pulau Jawa hingga Karhutla Riau Meluas Guna mencegah eskalasi bencana, BNPB secara tegas menekankan pentingnya langkah mitigasi dan pencegahan dini di kawasan rawan karhutla. Pemerintah daerah dan instansi terkait diminta memperketat patroli terpadu dan memaksimalkan sistem deteksi dini titik panas. Masyarakat setempat juga dilarang keras membuka lahan pertanian atau perkebunan dengan metode membakar. Warga diimbau untuk segera melapor kepada pihak berwajib apabila menemukan kemunculan titik api sekecil apa pun di sekitar lingkungan mereka. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK