faktakalbar

Tinjau Sumbar, BNPB Cek Kualitas Pembangunan Hunian Sementara dan Tetap bagi Korban Bencana

Penulis: Redaksi Thursday, 08 January 2026 📖 1 menit
Tinjau Sumbar, BNPB Cek Kualitas Pembangunan Hunian Sementara dan Tetap bagi Korban Bencana
Faktakalbar.id, SOLOK – Progres pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Sumatra Barat terus dikebut. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah lokasi proyek untuk memastikan kualitas bangunan dan kelayakan tempat tinggal bagi para pengungsi. Baca Juga: BNPB Jadikan Hasil Evaluasi Hunian di Tiga Kabupaten sebagai Basis Dokumen R3P Sumbar Sekretaris Utama BNPB, Rustian, turun langsung ke lapangan pada Rabu (7/1) untuk melihat kondisi terkini di Kabupaten Lima Puluh Kota, Tanah Datar, dan Kabupaten Solok. Fokus utama kunjungan ini adalah memantau progres fisik hunian sementara (huntara) dan persiapan lahan untuk hunian tetap (huntap). Rincian Sebaran Pembangunan Berdasarkan data di lapangan, pembangunan hunian sementara di Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, saat ini menargetkan penyelesaian sebanyak 60 unit pada permohonan tahap pertama. Sementara itu, di Kabupaten Tanah Datar, pembangunan tersebar di dua titik utama. Sebanyak 23 unit huntara dibangun di wilayah Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh, dan 15 unit lainnya didirikan di Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan. Untuk fase rehabilitasi jangka panjang, BNPB juga meninjau lokasi yang dipersiapkan sebagai hunian tetap (huntap) di Kabupaten Solok, tepatnya di wilayah Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak. Baca Juga: Percepat Pemulihan Pasca Banjir, BNPB Targetkan Dokumen R3P Sumbar Rampung Januari 2026 Tekankan Kualitas dan Keamanan Rustian menekankan bahwa percepatan pembangunan tidak boleh mengabaikan aspek keamanan dan kenyamanan. “Evaluasi mencakup sejumlah aspek, antara lain progres fisik pembangunan huntara, kualitas bangunan, ketersediaan sarana dan prasarana pendukung, serta kesesuaian lokasi dengan prinsip keamanan dan kelayakan hunian,” tegas Rustian. Dari hasil monitoring, BNPB mencatat pembangunan secara umum telah berjalan sesuai trek. Namun, terdapat instruksi khusus untuk segera menyempurnakan fasilitas pendukung dan menyesuaikan desain bangunan agar lebih ramah terhadap kebutuhan keluarga penyintas. Percepatan penyelesaian di beberapa titik juga menjadi atensi utama agar masyarakat dapat segera menempati hunian yang layak. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK