faktakalbar

TNI Amankan 11 Bandara Perintis di Papua Pasca-Gangguan KKB

Penulis: Redaksi Tuesday, 03 March 2026 📖 1 menit
TNI Amankan 11 Bandara Perintis di Papua Pasca-Gangguan KKB
Faktakalbar.id, NASIONAL - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III ( Pangkogabwilhan III ), Letjen TNI Bambang Trisnohadi, memastikan bahwa 11 bandara perintis di tiga wilayah Papua kini telah diamankan sepenuhnya oleh pasukan TNI. Baca Juga:   Sukseskan Program Ketahanan Pangan Nasional, TNI AD Perkuat Sinergi di Papua Langkah pengamanan ini dilakukan menyusul adanya gangguan keamanan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang sempat memicu penutupan bandara oleh Kementerian Perhubungan pada Februari lalu. Letjen TNI Bambang Trisnohadi menyatakan bahwa personel TNI telah ditempatkan di seluruh bandara tersebut untuk memulihkan kondusivitas di wilayah Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah. Pengamanan ini dilakukan secara terpadu dan dijaga selama 24 jam setiap hari guna menjamin kelancaran operasional penerbangan. “Syukur alhamdulillah, pasukan TNI telah berada di seluruh bandara perintis dan memulihkan kondusivitas di tiga wilayah Papua, yakni Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah, yang sebelumnya ditutup oleh Kementerian Perhubungan pada 16 Februari lalu,” ujar Bambang dalam keterangannya di Jakarta. Adapun 11 bandara yang kini dalam penjagaan ketat meliputi Lapter Iwur, Teiraplu, dan Aboy di Papua Pegunungan; Lapter Korowai Batu Bomakia, Yaniruma, dan Manggelum di Papua Selatan; serta Lapter Beoga, Dagai, Fawi, dan Kapiraya di Papua Tengah. Baca Juga:  Kemhan Pilih Skema Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi untuk Perkuat TNI AL Selain penjagaan area, unsur Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI Angkatan Udara juga dikerahkan untuk membantu fungsi pengaturan Air Traffic Controller (ATC). Pemulihan keamanan ini menjadi krusial mengingat bandara perintis merupakan urat nadi kehidupan masyarakat pedalaman Papua untuk distribusi logistik, layanan kesehatan, dan akses pendidikan. Sebelumnya, eskalasi konflik meningkat setelah insiden penembakan pada 11 Februari 2026 yang menyebabkan pilot dan kopilot pesawat PT Smart Cakrawala Aviation meninggal dunia. Letjen TNI Bambang Trisnohadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga infrastruktur vital ini sebagai simbol kedaulatan dan kemajuan di Bumi Cenderawasih. Penjagaan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi maskapai penerbangan untuk kembali melayani mobilitas warga di wilayah rawan tersebut. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK