faktakalbar

Whistleblower John Kiriakou Sebut Donald Trump Putuskan Serang Iran Pekan Ini

Penulis: Redaksi Tuesday, 24 February 2026 📖 1 menit
Whistleblower John Kiriakou Sebut Donald Trump Putuskan Serang Iran Pekan Ini
Faktakalbar.id, WASHINGTON - Jurnalis sekaligus whistleblower Amerika, John Kiriakou , mengungkap informasi bahwa Presiden AS Donald Trump telah memutuskan untuk meluncurkan serangan terhadap Iran pada hari Senin atau Selasa pekan ini, Senin (23/2/2026). Baca Juga:  Vatikan Tolak Bergabung Board of Peace Besutan Donald Trump, Tekankan Peran PBB Kiriakou mengklaim informasi tersebut didapat dari seorang mantan perwira CIA yang bertugas di Gedung Putih. "Ia mengatakan bahwa keputusan telah dibuat untuk menyerang Iran pada hari Senin atau Selasa," ujar Kiriakou melalui unggahan video di platform X. Menurut keterangannya, Trump telah memberikan tenggat waktu 10 hari bagi Iran untuk menerima proposal Amerika Serikat. Proposal tersebut mencakup tuntutan penghentian program rudal balistik, penghentian pengayaan uranium, serta penghentian dukungan terhadap kelompok-kelompok di Timur Tengah seperti Hamas, Hezbollah, dan Houthi. Kiriakou juga menilai bahwa Trump mungkin saja mengubah tenggat waktu tersebut secara mendadak untuk melancarkan serangan kejutan. "Yah, dia akan memberi Anda 10 hari, dia akan memberi Anda dua minggu, dan kemudian dia akan menyerang dua hari kemudian. Dia pikir itu membuat orang-orang kehilangan keseimbangan," ungkapnya. Baca Juga:  Prabowo Tegaskan Status Nonblok Sambil Rangkul Amerika Dalam internal pemerintahan, sumber Kiriakou menyebutkan bahwa hanya Wakil Presiden J.D. Vance dan Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard yang menentang rencana tersebut. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dan Joint Chiefs of Staff dikabarkan memberikan dukungan penuh. Namun, klaim ini mendapat bantahan dari laporan media lain. Outlet berita Axios, mengutip penasihat senior Trump, melaporkan bahwa sang presiden sebenarnya belum mengambil keputusan final terkait aksi militer tersebut. Senator Lindsey Graham juga mengonfirmasi adanya perbedaan pendapat di lingkaran dalam Trump, meskipun dirinya sendiri mendukung langkah serangan. Pekan lalu, Trump sendiri telah mempertegas tekanannya terhadap Teheran dengan memberikan peringatan terbuka. "Anda mungkin akan mengetahuinya dalam 10 hari ke depan. Saya rasa itu cukup waktu... maksimal 10 atau 15 hari," kata Trump kepada wartawan tanpa merinci rincian tindakan militer yang akan diambil jika kesepakatan gagal tercapai. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK