Update Bencana Terkini: Banjir Kalimantan dan Bali, BNPB Imbau Waspada Cuaca Ekstrem
Faktakalbar.id, NASIONAL -
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (
BNPB
) melaporkan perkembangan terkini penanganan bencana di Indonesia pada (17/9/2025).
Peristiwa yang saat ini masih ditangani adalah banjir di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, serta pemutakhiran data dari banjir yang melanda Provinsi Bali.
Baca Juga:
Laporan BNPB: Perkembangan Terkini Penanganan Banjir di Boalemo dan Bogor
Banjir di Ketapang, Kalimantan Barat
Banjir terjadi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Selasa (16/9) sekitar pukul 10.32 WIB. Kejadian ini dipicu oleh hujan intensitas tinggi di Kecamatan Manis Mata.
Sebanyak tujuh desa terdampak, yaitu Desa Kalimantan, Desa Kemuning, Desa Sengkuang Merabung, Desa Silat, Desa Suak Burung, Desa Terusan, dan Desa Tribun Jaya.
Akibat banjir ini, 221 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 754 jiwa terdampak.
Tim reaksi cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang telah dikerahkan untuk melakukan kaji cepat dan membantu evakuasi harta benda serta warga. Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini.
BPBD Ketapang bersama instansi terkait terus berupaya menangani dampak bencana. Saat ini, kondisi air dilaporkan berangsur surut.
Baca Juga:
Tiga Wilayah di Indonesia Dilanda Banjir, BNPB Ungkap Data Dampak dan Penanganan
Perkembangan Penanganan Banjir di Bali
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) untuk korban banjir di Bali telah resmi dihentikan per 16 September 2025.
Penghentian ini disepakati setelah rapat evaluasi bersama tim gabungan dari Basarnas, Polda Bali, BPBD, dan relawan, karena operasi telah berlangsung selama tujuh hari.
Meski demikian, tim gabungan sepakat untuk melanjutkan pemantauan dan koordinasi.
“Apabila di kemudian hari ada tanda-tanda informasi keberadaan korban, maka pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan dapat dibuka kembali,” demikian bunyi laporan BNPB.
Dari delapan korban yang dilaporkan hanyut, satu orang dinyatakan hilang dan tidak ditemukan.
Total korban jiwa akibat banjir di Bali mencapai 18 orang meninggal dunia, dengan 6.309 KK terdampak. Kerugian material juga signifikan, termasuk:
520 unit fasilitas umum rusak
3 jembatan putus
23 titik jalan rusak
82 tembok/penyengker jebol
194 unit rumah rusak
Kota Denpasar mengalami kerusakan paling parah pada fasilitas umum, sementara Kabupaten Jembrana paling terdampak pada rumah warga dan infrastruktur jalan.
Di Kabupaten Karangasem, satu jembatan putus, 47 rumah rusak, dan 14 bendungan terdampak.
Baca Juga:
Antisipasi Cuaca Ekstrem, BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca di Jawa Timur dan Jawa Barat
Imbauan Waspada Bencana Hidrometeorologi
BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan, dan cuaca ekstrem.
Imbauan ini menyusul peringatan dini dari BMKG terkait potensi hujan sedang hingga ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 17-18 September 2025 di beberapa wilayah Indonesia.
Pemerintah daerah diharapkan mengambil langkah antisipatif dan memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari BPBD hingga tingkat RT/RW. Pemetaan wilayah rawan bencana juga perlu diperbarui secara berkala.
Masyarakat disarankan untuk:
Memantau informasi dan prediksi cuaca dari instansi terkait.
Waspada saat beraktivitas di luar ruangan.
Menjauhi bangunan tinggi atau pohon yang berisiko roboh akibat angin kencang.
Menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air untuk meminimalkan risiko banjir dan genangan.
Peningkatan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi sangat penting untuk mengurangi dampak kerugian.
Baca Juga:
Update Bencana Terkini: BNPB Rilis Data 24 Kejadian di Berbagai Wilayah Indonesia
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.