faktakalbar

Update Penanganan Musala Al Khoziny Sidoarjo: Tim Gabungan Fokus pada SAR dan Identifikasi Korban

Penulis: Redaksi Sunday, 05 October 2025 📖 3 menit
Update Penanganan Musala Al Khoziny Sidoarjo: Tim Gabungan Fokus pada SAR dan Identifikasi Korban
Faktakalbar.id, SIDOARJO – Memasuki hari keenam pasca-insiden ambruknya Musala Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, tim Satuan Tugas (Satgas) Gabungan terus melanjutkan proses penanganan darurat. Operasi yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) ini masih memprioritaskan tiga aspek utama: pencarian dan pertolongan (SAR), identifikasi jenazah korban, serta pendampingan intensif bagi keluarga korban. Baca Juga: Tragedi Musala Ponpes Al Khoziny: Korban Jiwa Bertambah Jadi 14 Orang, 49 Santri Masih Dicari Hingga Sabtu (4/10) pukul 12.00 WIB, data terbaru menunjukkan total korban mencapai 167 orang. Dari jumlah tersebut, 118 orang telah ditemukan, dengan rincian 104 selamat dan 14 orang dinyatakan meninggal dunia. Saat ini, sebanyak 49 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim di lapangan. Evakuasi Korban di Tengah Reruntuhan Beton Dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, pada Sabtu (4/10), ditegaskan bahwa fokus utama tetap pada upaya evakuasi korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan empat lantai tersebut. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan lainnya bekerja 24 jam dengan sistem tiga shift. Baca Juga: Korban Tewas Gedung Ponpes Sidoarjo Ambruk Bertambah Jadi 7 Orang Tantangan utama di lapangan adalah tebalnya tumpukan material beton yang menghambat akses ke titik-titik diduga lokasi korban. Untuk mengatasi hal ini, alat berat dikerahkan dengan pengawasan ketat dari lebih dari 400 personel untuk menjamin keamanan dan efektivitas proses evakuasi. Kepala BNPB, Suharyanto, memastikan kekuatan personel lebih dari cukup untuk menangani situasi ini. “Kita tidak pernah kekurangan personel. Kita datangkan ratusan personel dengan tiga pembagian waktu pekerjaan. Mereka terus bekerja secara profesional,” ungkap Kepala BNPB. Tantangan Identifikasi Jenazah (DVI) dan Solusinya Setiap jenazah yang berhasil dievakuasi segera dibawa ke posko Disaster Victim Identification (DVI) untuk diidentifikasi. Proses ini menjadi sangat krusial karena kondisi banyak korban yang sulit dikenali. Identifikasi ilmiah melalui DVI penting untuk memberikan kepastian hukum dan martabat bagi korban serta keluarganya. Kendala muncul karena sebagian besar korban adalah anak-anak dan remaja yang belum memiliki KTP. Tim DVI mengatasi ini dengan mengandalkan data sekunder seperti ijazah, sidik jari dari dokumen pendidikan, serta data antemortem (data fisik sebelum meninggal) yang diberikan oleh keluarga, seperti tanda lahir, kondisi gigi, atau rekam medis. Pendampingan Keluarga Menjadi Prioritas Utama Salah satu fokus utama dalam penanganan darurat insiden Musala Al Khoziny adalah dukungan bagi keluarga korban. Kepala BNPB menginstruksikan pembukaan posko terpadu sebagai pusat informasi dan pengaduan resmi. “Saya minta Pak Dandim, Pak Kapolres dan unsur pemerintah daerah semua melayani apa yang menjadi pertanyaan masyarakat. Tentunya kita sebagai negara hukum harus memahami apa saja informasi yang dapat disampaikan maupun yang dikecualikan. Tolong ini dijelaskan secara baik,” jelas Suharyanto. Tim konselor dari Polri dan Dinas Sosial juga memberikan layanan dukungan psikososial. Baca Juga: SAR Ponpes Al Khoziny Kini Fokus Evakuasi Korban Meninggal Dunia Selain itu, BNPB akan menambah tenda khusus bagi keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara untuk memberikan kenyamanan selama proses identifikasi berlangsung. “Nanti di sana (RS Bhayangkara-red) keluarga korban lebih nyaman. Nanti disiapkan logistik dan peralatannya. Kalau di sini kita yang penting bisa bekerja dengan sebaik-baiknya. Untuk keluarga yang kehilangan korban ini kita siapkan kebutuhannya secara maksimal,” tambah Suharyanto. Jaminan Logistik dan Apresiasi Tim Gabungan Ketersediaan logistik seperti makanan siap saji, air bersih, dan peralatan SAR terus dipastikan tercukupi. Kepala BNPB menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan logistik adalah bagian tak terpisahkan dari keberhasilan operasi. “Jangan semua kebutuhan ini terabaikan. Ini menjadi satu bagian sari operasi secara keseluruhan dalam penanggulangan bencana,” kata Suharyanto. Ia pun memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh tim yang terlibat, yang dinilainya telah bekerja tanpa lelah dan menunjukkan hasil positif dalam seluruh aspek penanganan. “Penanganan darurat ini bukan hanya tentang pencarian korban, tetapi juga memastikan keluarga mendapatkan pendampingan dan hak mereka terpenuhi. Semua unsur bekerja bersama-sama tanpa mengenal lelah,” pungkasnya. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK