Usai Venezuela, Trump Incar 5 Negara Ini
Faktakalbar.id, INTERNASIONAL -
Ketegangan geopolitik dunia kian memanas pasca penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh pasukan Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump tampaknya belum puas.
Ia kini menebar ancaman serius ke sejumlah negara lain demi memastikan dominasi mutlak Paman Sam di Belahan Bumi Barat.
Dalam pernyataan terbarunya pada Minggu (4/1/2026), Trump menegaskan ambisinya. Ia menginginkan negara-negara di sekitar AS berada di bawah kendali yang menjamin aliran minyak bebas hambatan.
Baca Juga:
AS Invasi Venezuela, Kuba Terancam Runtuh
"Dominasi Amerika di Belahan Bumi Barat tidak akan pernah dipertanyakan lagi," tegas Trump.
Berikut adalah 5 negara dan wilayah yang kini masuk dalam radar target Donald Trump setelah Venezuela:
1.
Greenland
Trump secara terbuka menyatakan hasratnya untuk menguasai Greenland, wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark. Alasan utamanya adalah keamanan nasional untuk menghalau pengaruh Rusia dan China, serta potensi kekayaan alamnya.
"Kami butuh Greenland. Wilayah itu sangat strategis," ujar Trump.
Pernyataan ini sontak memicu kemarahan Perdana Menteri Greenland, Jens Frederik Nielsen, yang menyebut retorika tersebut tidak sopan dan tidak dapat diterima.
2.
Kolombia
Hubungan AS dengan sekutu lamanya ini berada di titik nadir. Trump menyerang Presiden Kolombia, Gustavo Petro, dengan tuduhan terkait narkoba. Trump bahkan memberi sinyal positif saat ditanya mengenai opsi operasi militer di sana.
Menanggapi ancaman tersebut, Presiden Petro bersikap tegas. Mantan gerilyawan M19 ini menyatakan kesiapannya untuk kembali mengangkat senjata jika AS nekat melakukan invasi ke tanah airnya.
3.
Kuba
Untuk Kuba, Trump menerapkan strategi berbeda. Ia memilih pendekatan menunggu kehancuran ekonomi Havana pasca terputusnya pasokan minyak dari Venezuela.
Trump meyakini negara komunis itu akan runtuh dengan sendirinya tanpa perlu intervensi militer langsung.
4. Meksiko
Meksiko menjadi sasaran tekanan Trump terkait isu kartel narkoba. Trump mengklaim telah menawarkan bantuan militer untuk menumpas kartel di sana.
Namun, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menolak mentah-mentah tawaran tersebut. Ia menegaskan bahwa kedaulatan Meksiko tidak bisa ditawar, meski tetap membuka kerja sama kemanusiaan.
Baca Juga:
AS Tangkap Maduro, DK PBB Gelar Rapat Darurat
5. Iran
Di luar benua Amerika, Iran tetap menjadi target utama. Trump memperingatkan Teheran agar tidak melakukan kekerasan terhadap pengunjuk rasa anti-pemerintah.
"Jika mereka mulai membunuh orang, mereka akan dipukul sangat keras oleh Amerika Serikat," ancam Trump.
Situasi ini memperkeruh hubungan kedua negara setelah insiden pengeboman fasilitas nuklir Iran oleh AS pada Juni 2025 lalu.
(*Sari)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.