1.500 Ton PKE Asal Ketapang Dikirim ke Lampung, Nilainya Tembus Rp1,5 Miliar
Faktakalbar.id, KETAPANG –
Komoditas turunan kelapa sawit kembali menunjukkan perannya sebagai primadona perdagangan antarwilayah.
Sebanyak 1.500 ton Palm Kernel Expeller (PKE) asal
Kendawangan
resmi diberangkatkan menuju
Lampung
menggunakan kapal KM Bahari 12, Minggu (01/02/2026).
Baca Juga:
Kewenangan Beralih ke Syahbandar, UPP Kendawangan Kumpulkan Pelaku Usaha Bahas Aturan Baru Angkutan Sungai
Pengiriman PKE tersebut dilakukan oleh PT AAI atas permintaan PT AJP di Lampung dengan estimasi nilai barang mencapai Rp1,5 miliar.
Komoditas ini rencananya akan dimanfaatkan sebagai bahan baku campuran industri pakan ternak, seiring tingginya permintaan PKE di berbagai daerah di Indonesia.
Sebelum diberangkatkan, seluruh muatan PKE menjalani pemeriksaan ketat oleh petugas Karantina Kalimantan Barat dari Satuan Pelayanan (Satpel) Ketapang.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan komoditas yang dikirim telah memenuhi persyaratan karantina, bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), serta sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan.
Baca Juga:
Antisipasi Virus Nipah dan PPR, Karantina Kalbar Perketat Pengawasan di Batas Negara
Penanggung Jawab Satpel Ketapang, Danu Suprayogo menjelaskan bahwa prosedur pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari administrasi hingga fisik.
“Petugas Karantina melakukan pengecekan dokumen, pemeriksaan fisik muatan, hingga pengawasan proses muat ke atas kapal. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan hayati sekaligus mendukung kelancaran distribusi komoditas unggulan daerah,”
ungkap Danu.
Pengiriman PKE dalam jumlah besar ini tidak hanya mencerminkan tingginya produktivitas sektor perkebunan di wilayah Kendawangan, tetapi juga menegaskan peran strategis daerah tersebut dalam rantai pasok industri pakan ternak nasional
Aktivitas perdagangan ini diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan daya saing komoditas sawit Indonesia di pasar domestik.
(FR)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.