Atasi Krisis Guru, Bupati Ketapang Gandeng KREASI Wujudkan Sekolah Ramah Anak
Faktakalbar.id, KETAPANG -
Pemerintah Kabupaten Ketapang menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan menggandeng Kolaborasi Untuk Edukasi Anak Indonesia (KREASI).
Isu-isu krusial seperti kekurangan guru hingga pentingnya lingkungan belajar yang aman menjadi agenda utama dalam pertemuan audiensi yang digelar di Pendopo
Bupati Ketapang
, Senin (28/7/2025).
Audiensi yang dihadiri langsung oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, ini menjadi platform strategis untuk membedah tantangan dan mencari solusi konkret bagi dunia pendidikan di daerah.
Baca Juga:
Pemkab Ketapang Gelar Sosialisasi Perubahan Perbup TPP ASN
Salah satu fokus utama yang mengemuka adalah percepatan implementasi konsep sekolah ramah anak di seluruh wilayah Ketapang.
Konsep ini dipandang fundamental karena tidak hanya bertujuan menyediakan akses pendidikan formal, tetapi juga memastikan setiap anak mendapatkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan mereka secara holistik.
Lingkungan sosial yang positif dan bebas dari perundungan menjadi syarat mutlak yang harus diwujudkan.
Pemerintah daerah bersama KREASI sepakat bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk membangun sistem pendidikan yang lebih kuat dan merata.
Langkah awal ini diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan anak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Dalam audiensi ini dibahas pentingnya penerapan konsep sekolah ramah anak, yang bukan hanya menyediakan akses pendidikan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung penuh perkembangan holistik setiap anak.
Baca Juga:
Pemkab Ketapang dan Bank Kalbar Sinergi Terapkan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD)
Salah satu kendala serius yang menjadi fokus utama adalah kekurangan tenaga pengajar serta distribusi guru yang tidak merata, khususnya di kawasan-kawasan pelosok yang sangat membutuhkan.
Audiensi ini turut menyoroti krusialnya ketersediaan data yang valid untuk merumuskan kebijakan efektif, terutama dalam menangani isu perundungan (bullying) di lingkungan sekolah dan memastikan akses pendidikan yang setara bagi semua kalangan.
Terdengar pula adanya dorongan kuat untuk memastikan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap dapat mengakses pendidikan yang layak, misalnya melalui program bantuan konkret seperti pembebasan biaya sekolah, penyediaan makan-minum gratis, hingga pemberian fasilitas belajar yang memadai.
Baca Juga:
Pemkab Ketapang Salurkan Dana Hibah 2025 kepada 163 Lembaga secara Serentak
Audiensi ini menjadi pengingat penting bahwa pembangunan pendidikan bukan hanya soal kurikulum atau gedung sekolah, melainkan menyangkut sistem pendukung yang menyeluruh dari guru, fasilitas, hingga lingkungan sosial yang sehat dan suportif.
(AF)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.