faktakalbar

Bupati Alexander Wilyo Hadiri Puncak Cap Go Meh 2026 di Klenteng Tua Pek Kong

Penulis: Redaksi Thursday, 05 March 2026 📖 1 menit
Bupati Alexander Wilyo Hadiri Puncak Cap Go Meh 2026 di Klenteng Tua Pek Kong
Faktakalbar.id, KETAPANG – Bupati Ketapang , Alexander Wilyo , menghadiri puncak perayaan Cap Go Meh 2026 di Klenteng Tua Pek Kong , Jalan Merdeka, sebagai simbol penguat harmoni dan keberagaman di Kabupaten Ketapang, Rabu (4/3/2026). Baca Juga:   Hubungkan Ketapang-KKU, Bupati Alexander Wilyo Resmikan Jembatan Karab Di bawah pendar ribuan lampion, Bupati Alexander Wilyo hadir bersama jajaran Forkopimda, Kepala OPD, serta pemuka agama dan tokoh Tionghoa untuk merayakan puncak Cap Go Meh. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa momentum tersebut merupakan pernyataan tegas bahwa Kabupaten Ketapang adalah rumah besar yang aman dan damai bagi seluruh lapisan masyarakat. Bupati juga menekankan pentingnya gotong royong lintas suku dan agama dalam membangun daerah. Keberagaman yang ditampilkan dalam perayaan tersebut dipandang sebagai kekuatan utama, bukan sekat pemisah bagi kemajuan Ketapang. Momentum Toleransi di Tengah Bulan Suci Perayaan Cap Go Meh tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan suasana bulan suci Ramadan dan menjelang peringatan Paskah. Fenomena ini disebut sebagai pesan tentang indahnya hidup berdampingan dalam toleransi. Baca Juga:   Nyaris Ambruk! Jembatan Tanjung Pasar Ketapang Rusak Parah Tapi Terus Dilintasi Truk Melalui perayaan yang dimeriahkan atraksi naga dan barongsai tersebut, Bupati mengajak masyarakat untuk terus: Menjaga Kerukunan : Menjadikan toleransi sebagai napas kehidupan sehari-hari. Melestarikan Budaya : Memastikan festival budaya tetap lestari sebagai kekayaan lokal. Mempererat Persatuan : Bersatu dalam semangat kebersamaan demi Ketapang yang maju dan mandiri. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK