Dari Warga Lokal Menjadi Profesional: Model Pengembangan SDM di Fiber Learning Academy Mayawana Persada
Faktakalbar.id, KETAPANG
- Inisiatif strategis Mayawana Persada dalam pengembangan sumber daya manusia lokal berpusat pada
Fiber Learning Academy
(FLA).
Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat pelatihan terpadu yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja, sekaligus menjadi implementasi nyata dari komitmen perusahaan terhadap kesejahteraan karyawan dan keluarganya.
Natalion
, Koordinator
Soft Skill
di
FLA
, bertanggung jawab atas implementasi dan kualitas program pelatihan. Dalam wawancara, Jumat, (22/8/2025), ia menjelaskan fokus utamanya.
"Tugas saya adalah memastikan semua program di lapangan berjalan dengan baik, mulai dari
soft skill
hingga
technical skill
,"
terangnya.
Baca Juga:
Jelang Monitoring Konservasi, PT Mayawana Persada Pastikan Kesehatan Tim Untan
Fasilitas Fungsional dan Model Pelatihan Terukur
Operasional FLA didukung oleh fasilitas fungsional yang dirancang untuk pembelajaran efektif. Selain gedung utama dengan ruang kelas yang representatif, tersedia pula area luar ruangan seperti
gazebo
dan
gathering camp
untuk sesi diskusi kelompok dan kegiatan kolaboratif.
Kebutuhan dasar peserta juga terpenuhi melalui fasilitas penunjang seperti mess, kantin, dan klinik.
Kunci dari program ini adalah model pelatihan terstruktur selama enam bulan yang terbagi dalam tiga tahap jelas.
"Dua bulan pertama adalah
in-class training
dan praktikum,"
papar Natalion.
"Satu bulan berikutnya, peserta magang di lapangan untuk merasakan pengalaman kerja langsung. Tiga bulan terakhir adalah
on the job training
, di mana mereka ditempatkan di departemen yang sesuai dengan kapabilitasnya."
Baca Juga:
Fakultas Kehutanan Untan Gandeng Swasta, Perkuat Konservasi dan Pemberdayaan SDM Lokal bersama PT Mayawana Persada
Fokus pada Kesejahteraan Karyawan dan Keluarga
Fokus pengembangan di Mayawana Persada tidak hanya berhenti pada pelatihan awal karyawan.
Komitmen terhadap kesejahteraan jangka panjang diwujudkan melalui program konkret yang menyentuh karyawan dan keluarga mereka.
"Kami memiliki program
Mayawana Scholarship
, khusus untuk anak-anak karyawan,"
ungkap Natalion.
"Program ini sudah berjalan selama tiga tahun, mencakup jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Ini adalah bentuk investasi kami pada generasi penerus."
Jalur Karier Berbasis Meritokrasi
Selain beasiswa, Mayawana Persada menyediakan jalur pengembangan karier yang inovatif dan berbasis kinerja, memberikan kesempatan setara bagi semua talenta lokal.
"Karyawan tidak tetap dari masyarakat lokal yang menunjukkan potensi bagus akan kami rekomendasikan untuk masuk program training agar bisa menjadi karyawan tetap,"
jelasnya.
Baca Juga:
Membaca Nyaring di SDN 20 Ketapang Dorong Peserta Didik Kritis Jaga Lingkungan
Terobosan utamanya adalah
Program Kadet (KDP)
, yang dirancang untuk karyawan berprestasi lulusan sekolah menengah.
"Biasanya, syarat menjadi staf adalah sarjana. Melalui KDP, karyawan non-sarjana yang telah bekerja 2–3 tahun dan berkinerja unggul bisa mengikuti program 6 bulan. Jika lulus, mereka bisa langsung diangkat menjadi staf,"
tambah Natalion.
Dengan mengintegrasikan pelatihan kompetensi, program kesejahteraan keluarga, dan jalur karier berbasis
meritokrasi
, Mayawana Persada menciptakan sebuah ekosistem pengembangan sumber daya manusia yang komprehensif.
Pendekatan ini memastikan bahwa warga lokal tidak hanya direkrut, tetapi juga dikembangkan secara profesional untuk memiliki karier yang berkelanjutan.
(RDL/*Red)
Tag:
#Mayawana Persada
#Pengembangan SDM
#Fiber Learning Academy
#Pemberdayaan Lokal
#Jenjang Karier
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.