faktakalbar

Digemari Pasar AS, Kratom Jadi "Emas Hijau" Penopang Ekonomi Warga Kapuas Hulu

Penulis: Redaksi Monday, 01 December 2025 📖 2 menit
Digemari Pasar AS, Kratom Jadi "Emas Hijau" Penopang Ekonomi Warga Kapuas Hulu
Faktakalbar.id, KAPUAS HULU – Tanaman Kratom ( Mitragyna speciosa ) kini menjelma menjadi komoditas primadona baru bagi masyarakat Kalimantan Barat, khususnya di wilayah Kapuas Hulu. Permintaan pasar internasional yang tinggi, terutama dari Amerika Serikat (AS), membuat tanaman yang kerap dijuluki "Daun Surga" ini mampu menggeser dominasi karet sebagai sumber penghasilan utama warga setempat. Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional BRIN, Slamet Wahyono, mengungkapkan bahwa dampak ekonomi dari budidaya kratom sangat signifikan . Rantai produksi kratom yang panjang, mulai dari penanaman, pemanenan, hingga pengolahan pasca-panen (pengeringan atau fermentasi), terbukti menyerap banyak tenaga kerja lokal. Baca Juga:  Resmi! Ekspor Perdana Kratom dari Kalbar Diharapkan Bantu Petani dan Tambah Devisa Negara "Nilai ekonomi kratom yang tinggi menciptakan efek domino positif. Angka putus sekolah menurun karena orang tua memiliki penghasilan yang memadai, dan secara tidak langsung berpotensi menekan angka kriminalitas karena masyarakat sibuk bekerja," ungkap Slamet dalam webinar terkait potensi tumbuhan obat Indonesia, Minggu (30/11/2025). Manfaat Ekologis dan Medis Tak hanya menguntungkan dompet petani, kratom juga dinilai ramah lingkungan. Tanaman ini tumbuh subur di bantaran sungai dan memiliki akar yang kuat untuk mencegah abrasi. Pertumbuhan daunnya yang cepat dan lebat juga berkontribusi dalam menyerap karbon, membantu mengurangi efek rumah kaca. Secara medis, riset etnobotani menunjukkan kratom telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional nusantara. Di Sulawesi Barat, kratom digunakan untuk mengobati diare, sementara di Kalimantan Timur dan Utara, tanaman ini dipercaya berkhasiat untuk perawatan pasca-persalinan, menghaluskan kulit, melancarkan haid, hingga meredakan pegal linu. Rajai Pasar Ekspor Popularitas kratom Indonesia di mata dunia tak terbantahkan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 mencatat AS sebagai importir terbesar dengan volume mencapai 4.694 ton senilai US$ 9,15 juta. DKI Jakarta tercatat sebagai pintu gerbang utama ekspor komoditas ini, menyumbang lebih dari 60 persen dari total nilai ekspor nasional. Dengan potensi yang sedemikian besar, kratom kini bukan lagi sekadar tanaman liar, melainkan aset strategis yang menopang hajat hidup ribuan petani di pedalaman Kalimantan. Baca Juga:  Gubernur Norsan Dukung Penuh Tata Kelola Kratom, Atur Ekspor Lewat Pelabuhan Kijing (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK