faktakalbar

Harga Pertalite Melambung Tembus Rp20 Ribu Di Badau Kapuas Hulu

Faktakalbar.id - Petugas gabungan menertibkan sejumlah pengecer BBM di Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, yang nekat menjual Pertalite bersubsidi hingga Rp20.000 per liter pada Rabu (9/9/2026).

Penulis: Wati Thursday, 10 September 2026 📖 1 menit
Harga Pertalite Melambung Tembus Rp20 Ribu Di Badau Kapuas Hulu
Tim gabungan mendatangi kios pengecer di Kecamatan Badau yang menjual Pertalite bersubsidi melebihi batas kewajaran hingga Rp20 ribu per liter. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Petugas gabungan menertibkan sejumlah pengecer BBM di Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, yang nekat menjual Pertalite bersubsidi hingga Rp20.000 per liter pada Rabu (9/9/2026).

Operasi penertiban ini digelar menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait lonjakan harga bahan bakar di wilayah perbatasan tersebut.

Tindakan tegas lapangan merujuk pada Surat Edaran Bupati Kapuas Hulu Nomor 3664 Tahun 2026 tentang Pengendalian Harga BBM Jenis Pertalite.

Sesuai aturan bupati tersebut, harga eceran tertinggi Pertalite bersubsidi di tingkat pengecer ditetapkan sebesar Rp15.000 per liter.

Inspeksi mendadak menyasar kios pengecer di Desa Badau, Desa Janting, Desa Sebindang, hingga Desa Kekurak mulai pukul 10.00 WIB.

Dalam sidak tersebut, petugas masih mendapati pedagang nakal yang mematok harga jauh di atas batas kewajaran berkisar Rp17.000 sampai Rp20.000 per liter.

Satgas BBM langsung mengambil tindakan penertiban administratif dan membuatkan surat pernyataan terhadap pengecer yang melanggar.

Aparat mengancam akan menyita barang bukti jika pedagang kembali kedapatan mempermainkan harga eceran bersubsidi.

Praktik spekulasi harga eceran ini dinilai sangat memberatkan daya beli warga lokal yang bergantung pada transportasi darat.

"Pengawasan ini merupakan upaya bersama untuk memastikan BBM jenis Pertalite bersubsidi dapat diperoleh masyarakat dengan harga yang wajar serta mencegah adanya pihak-pihak yang mengambil keuntungan secara tidak wajar," kata Kapolsek Badau Edhi Trisno.

Operasi pemantauan harga bahan bakar di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia ini berakhir relatif kondusif pada pukul 12.30 WIB.

Petugas memastikan razia berkala akan terus digelar guna mencegah timbulnya gejolak sosial akibat kelangkaan dan lonjakan harga bahan bakar.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK