Ibu Hamil Tua di Ketapang Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Rumah
Faktakalbar.id, KETAPANG —
Seorang ibu rumah tangga yang tengah hamil tua ditemukan tewas di dalam rumahnya di Perumahan BTN Sepahale 2, Desa Kalinilam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten
Ketapang
, pada Jumat (17/4/2026).
Kasus ibu hamil meninggal di Ketapang ini sontak mengejutkan warga sekitar, mengingat korban ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dan diduga telah tak bernyawa sejak beberapa hari lalu.
Baca Juga:
Geger Penemuan Mayat di Anjongan, Lansia Pencari Berondol Sawit Tewas Usai Dua Hari Hilang
Korban diketahui bernama Milbi, seorang perempuan berusia 26 tahun yang bermukim di Komplek BTN Sepahale 2. Saat peristiwa penemuan jenazah berlangsung, suami korban yang merupakan seorang anggota TNI aktif dari kesatuan Yon TP 832/Pawan Asasta, diketahui sedang tidak berada di kediamannya. Suami korban dikonfirmasi tengah menjalankan tugas dinas ke luar daerah selama beberapa hari terakhir.
Terungkapnya insiden ibu hamil meninggal di Ketapang ini bermula dari kecurigaan warga di sekitar tempat tinggal korban. Pada hari Jumat siang, tepatnya sekitar pukul 13.00 WIB, seorang saksi mata yang juga tetangga korban bernama Lutfi mencium aroma tidak sedap yang bersumber dari dalam rumah.
Lantaran curiga dengan aroma menyengat itu serta kondisi rumah yang tertutup, warga setempat akhirnya memutuskan untuk membuka paksa rumah tersebut. Setelah berhasil masuk dan melakukan pengecekan ruangan, warga menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di dalam kamarnya.
Menindaklanjuti temuan tersebut, warga langsung melapor kepada pihak berwajib. Petugas kepolisian dari Tim Inafis Polres Ketapang bersama perwakilan pihak TNI segera meluncur ke lokasi kejadian. Petugas gabungan mengamankan area dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta serangkaian pemeriksaan awal secara komprehensif.
Baca Juga:
Gegerkan Warga Siantan, Penemuan Mayat Wanita di Ruko Pasar Puring Terungkap dari Bau Tak Sedap
Berdasarkan pengecekan kondisi jasad di lokasi, petugas memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan. Perkiraan waktu kematian ini didasarkan pada tanda-tanda fisik, yang ditandai dengan bau yang sangat menyengat serta adanya perubahan warna pada tubuh jenazah.
Selanjutnya, guna mengetahui penyebab pasti kematian korban, jenazah langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan visum lanjutan. Pihak kepolisian saat ini masih berkoordinasi guna melakukan penyelidikan lebih mendalam terkait kasus penemuan jenazah ini sembari menunggu hasil resmi pemeriksaan medis dari rumah sakit.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.