Jejak Kaki di Plafon Jadi Petunjuk, Polisi Buru Pelaku Pembobolan Toko Emas di Marau
Faktakalbar.id, KETAPANG –
Tindak pidana kriminalitas menyasar tempat usaha kembali terjadi di wilayah Kabupaten
Ketapang
. Sebuah pencurian toko emas dilaporkan menimpa Toko Emas Gading Mas yang berlokasi di Kecamatan Marau pada Sabtu dini hari (3/1/2026).
Insiden pembobolan ini mengakibatkan kerugian materiil yang cukup besar bagi pemilik usaha. Berdasarkan estimasi awal, nilai kerugian yang dialami korban mencapai lebih dari Rp300 juta.
Baca Juga:
Panik Aksinya Diketahui, Pelaku Pencurian di Sungai Rengas Aniaya Satu Keluarga Secara Brutal
Pelaku berhasil menggasak sejumlah barang berharga yang tersimpan di dalam toko tersebut.
Kronologi Penemuan
Pemilik Toko Emas Gading Mas, Fransiskus Holly atau yang akrab disapa Hoklay, menuturkan bahwa peristiwa pencurian toko emas ini baru diketahui pada pagi hari saat ia hendak membuka usahanya.
Saat memasuki tempat usaha, Hoklay dikejutkan dengan kondisi ruangan yang sudah berantakan. Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa brankas tempat penyimpanan barang berharga telah dirusak paksa oleh pelaku.
“Barang yang hilang berupa emas perhiasan dan logam mulia. Perkiraan kerugian sementara lebih dari tiga ratus juta rupiah,” ujar Hoklay memberikan keterangan terkait dampak kejadian tersebut.
Modus Operandi Pelaku
Berdasarkan pengamatan dan pemeriksaan jejak di Tempat Kejadian Perkara (TKP), aksi pencurian ini diduga telah direncanakan dengan memanfaatkan situasi bangunan sekitar.
Pelaku disinyalir masuk melalui bagian belakang bangunan toko.
Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya jejak tapak kaki di area belakang. Selain itu, pelaku diduga memanfaatkan tangga milik tukang bangunan untuk memanjat.
Baca Juga:
Dua Motor Raib dalam Semalam, Warga Sanggau Diminta Waspada Aksi Pencurian
Kebetulan, bangunan tersebut sedang dalam proses pengerjaan atau renovasi sehingga terdapat peralatan tukang di lokasi.
Hoklay menjelaskan jalur masuk yang digunakan pelaku hingga berhasil mencapai area dalam toko dan melarikan diri.
“Pelaku naik ke atap, masuk melalui celah atap, lalu turun lewat plafon rumah. Dari situ pelaku menemukan kunci rumah dan membuka pintu dapur,” jelas Hoklay memerinci kronologi pembobolan.
Hingga berita ini diturunkan, kasus ini diharapkan segera mendapat penanganan dari pihak berwajib untuk mengungkap pelaku di balik aksi pembobolan tersebut.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.