Kasus Perempuan Hamil Meninggal di Ketapang: Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan
Faktakalbar.id, KETAPANG —
Warga Desa Kalinilam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, digegerkan dengan peristiwa perempuan hamil meninggal di Ketapang.
Korban yang diketahui masih berusia 26 tahun dan tengah mengandung dengan usia kandungan sekitar delapan bulan tersebut, ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam rumahnya pada Jumat (17/4/2026) siang Waktu Indonesia Barat (WIB).
Baca Juga:
Ibu Hamil Tua di Ketapang Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Rumah
Peristiwa penemuan jenazah ini bermula dari kecurigaan warga sekitar yang mencium bau tidak sedap dan menyengat dari arah kediaman korban sekitar pukul 13.00 WIB.
Mengingat suami korban yang diketahui merupakan seorang anggota TNI sedang tidak berada di rumah lantaran tengah menjalankan tugas dinas, warga akhirnya berinisiatif untuk membuka paksa pintu rumah tersebut secara bersama-sama.
Setelah pintu rumah berhasil dibuka, warga terkejut mendapati korban sudah dalam kondisi terbujur kaku.
Kuat dugaan, korban telah meninggal dunia beberapa hari sebelum akhirnya ditemukan oleh warga.
Indikasi ini terlihat jelas dari kondisi tubuh korban yang telah mengalami proses perubahan fisik dan menimbulkan bau menyengat di sekitar tempat kejadian perkara.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Ketapang, Iptu Dedy Syahputra Bintang, membenarkan adanya laporan mengenai insiden perempuan hamil meninggal di Ketapang tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat pada pukul 13.45 WIB dan segera menerjunkan tim untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Benar, kami menerima laporan terkait penemuan mayat di salah satu rumah di Jalan Kalinilam. Setelah itu anggota langsung turun ke TKP dan mengevakuasi korban ke RS Agoesdjam untuk dilakukan visum," ujarnya, Minggu (19/4/2026).
Terkait penyebab kematian korban, Dedy mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan visum sementara oleh tim medis, sama sekali tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan fisik pada tubuh korban.
Kendati demikian, jajaran Satreskrim Polres Ketapang masih terus melakukan penyelidikan lebih mendalam untuk memastikan penyebab pasti dari insiden ini.
Dedy juga memaparkan latar belakang korban yang diketahui memiliki kerabat di luar kota. "Keluarganya di Singkawang, dan diperkirakan hamil 8 bulan," jelasnya.
Guna kepentingan penyelidikan, pihak kepolisian sejatinya telah menjalin koordinasi dengan pihak keluarga korban di Singkawang terkait rencana pelaksanaan autopsi terhadap jasad korban.
Namun, langkah medis lanjutan tersebut urung dilakukan karena adanya penolakan. Pihak keluarga tidak bersedia jasad korban diautopsi dan meminta agar jenazah segera diserahkan untuk proses pemakaman.
"Untuk autopsi, pihak keluarga tidak bersedia. Mereka meminta jenazah segera diserahkan kepada suami untuk dimakamkan, namun kami tetap melakukan investigasi lebih lanjut," katanya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian memastikan proses investigasi di lapangan tetap berjalan guna mengungkap tabir secara pasti di balik kematian istri anggota TNI tersebut.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.