faktakalbar

Kelangkaan BBM di Ketapang Paksa Warga Antre Berjam-jam hingga Beli Eceran Mahal

Kelangkaan bahan bakar minyak jenis Pertalite memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU wilayah Kota Ketapang dan beberapa kecamatan pada Selasa (21/7/2026).

Penulis: Natash Wednesday, 22 July 2026 📖 1 menit
Kelangkaan BBM di Ketapang Paksa Warga Antre Berjam-jam hingga Beli Eceran Mahal
Antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat mengular di salah satu SPBU di Kota Ketapang akibat kelangkaan bahan bakar minyak. (Dok. Ist)

Kelangkaan bahan bakar minyak jenis Pertalite memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU wilayah Kota Ketapang dan beberapa kecamatan pada Selasa (21/7/2026).

Kondisi kelangkaan bahan bakar minyak tersebut memaksa masyarakat mengantre hingga berjam-jam demi mendapatkan alokasi BBM untuk kebutuhan harian.

Sejak pagi hari, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat terpantau mengular hingga memakan sebagian badan jalan di sekitar lokasi pemandian pompa bensin.

Ketiadaan pasokan BBM bersubsidi di tingkat eceran turut memperparah keadaan hingga memicu kenaikan harga pada jenis bahan bakar non-subsidi.

Masyarakat yang terdesak terpaksa membeli Pertamax eceran dengan lonjakan harga yang menembus angka Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter meski persediaannya terbatas.

Seorang warga Kota Ketapang mengaku terpaksa bertahan di tengah barisan antrean panjang demi menghindari harga eceran yang melambung tinggi.

“Saya antre hampir dua jam baru bisa isi. Kalau tidak antre, tidak dapat sama sekali. Mau beli eceran juga mahal sekali,” ujar warga tersebut.

Ia menegaskan agar otoritas terkait segera mengambil tindakan nyata guna memulihkan rantai pasokan bahan bakar di daerah tersebut.

“Kami minta pemerintah cepat mengatasi ini. Jangan sampai kondisi seperti ini terus berlanjut karena sangat menyulitkan masyarakat kecil,” katanya.

Hingga Selasa siang, penumpukan kendaraan masih terus terjadi di beberapa titik pengisian bahan bakar wilayah Ketapang.

Warga berharap pemulihan distribusi bahan bakar segera terealisasi agar mobilitas serta roda perekonomian masyarakat tidak terus terganggu.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK