Yonkav 12/BC Tegaskan Tidak Terlibat Pengawalan BBM di Ketapang, Nama Satuan Dicatut
Faktakalbar.id,
KETAPANG
– Satuan Batalyon Kavaleri
(Yonkav)
12/Beruang Cakti
secara tegas membantah keterlibatan anggotanya dalam aktivitas pengawalan distribusi BBM jenis solar yang diduga menuju lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin
(PETI)
di Kabupaten Ketapang.
Pernyataan ini dikeluarkan secara resmi untuk meluruskan pemberitaan yang beredar di media sosial pada Jumat siang (23/1/2026), yang menyebutkan adanya
oknum
aparat dari satuan Yonkav yang memberikan pengawalan terhadap armada truk tangki.
Komandan Batalyon Kavaleri
(Danyonkav)
melalui
Aditya Ardi
selaku Perwira Seksi Intel (Pasi Intel) menyatakan bahwa pihak satuan telah bergerak cepat melakukan penelusuran internal sesaat setelah informasi tersebut viral di media sosial.
"Setelah kami menerima laporan, kami langsung melakukan pengecekan mendalam ke masing-masing Kompi Jajaran Yonkav 12. Hasilnya, hingga Jumat sore ini, kami tegaskan bahwa tidak ditemukan adanya anggota yang melakukan pengawalan sebagaimana yang dituduhkan. Ini adalah murni pencatutan nama satuan kami oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," tegas Aditya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Jumat sore (23/1/2026).
Baca Juga:
Razia PETI di Mentebah: Penambang Kabur, Dua Unit Mesin Dimusnahkan
Terkait klaim keterlibatan dengan perusahaan di lapangan,
Aditya
kembali menegaskan bahwa institusinya tidak memiliki kaitan apa pun dengan operasional
distribusi
tersebut.
"Kami tegaskan bahwa Yonkav tidak ada hubungan dan sama sekali tidak mengetahui tentang perusahaan terkait yang diberitakan itu. Anggota kami dipastikan tidak terlibat dalam pengawalan atau mem-back up aktivitas distribusi ilegal tersebut, dan pihak media yang menyebarkan informasi itu sama sekali tidak ada melakukan konfirmasi ke pihak satuan kami sebelumnya," tambahnya.
Sejalan dengan klarifikasi tersebut, tim redaksi
Faktakalbar.id
juga telah berupaya melakukan penelusuran mendalam untuk memverifikasi dan informasi perusahaan yang dimaksud.
Namun, setelah melakukan cek informasi dan detail data dan informasi kontak maupun social media milik perusahaan di berbagai
platform
, informasi mengenai perusahaan tersebut sama sekali tidak tersedia dan tidak ditemukan. Hal ini memperkuat pernyataan Pasi Intel bahwa subjek yang dikawal memiliki identitas yang tidak jelas.
"Kami sudah mencoba mencari tahu, namun informasi mengenai perusahaan terkait tidak tersedia dan tidak kami temukan. Bahkan, saat kami berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp ke pihak yang diklaim sebagai pemilik.” jelas Aditya lebih lanjut.
Baca Juga:
Wakil Gubernur Kalbar Dorong Legalitas Pertambangan Rakyat
Menutup klarifikasinya, pihak
Yonkav 12/BC
memastikan akan menjaga integritas prajurit dan menindak tegas siapapun yang menyalahgunakan nama institusi.
"Kami pastikan tidak ada anggota kami yang terlibat. Namun, bila di kemudian hari ditemukan ada anggota yang melakukan sebagaimana yang viral di media sosial hari ini, kami akan memberikan sanksi tegas sesuai hukum militer. Kami meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya pada oknum yang menggunakan atau mencatut nama satuan demi kepentingan aktivitas ilegal," pungkasnya.
Selain itu tim media
Faktakalbar.id
juga sedang berupaya menghimpun informasi dan berupaya melakukan konfirmasi kepada Perusahaan terkait keberadaan mobil tangki yang bertulis nama Perusahaan mereka di Lokasi dikenal terdapat aktivitas pertambangan di Ketapang.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.