faktakalbar

Krisis Air di Lahan Gambut Ketapang Hambat Pemadaman Karhutla Dua Bulan

Faktakalbar.id - Pemerintah Kabupaten Ketapang mendesak bantuan armada udara untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang telah berlangsung selama lebih dari dua bulan.

Penulis: Wati Wednesday, 09 September 2026 📖 1 menit
Krisis Air di Lahan Gambut Ketapang Hambat Pemadaman Karhutla Dua Bulan
Ilustrasi Kondisi lahan gambut yang terbakar di kawasan pedalaman Kabupaten Ketapang. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Pemerintah Kabupaten Ketapang mendesak bantuan armada udara untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang telah berlangsung selama lebih dari dua bulan.

Petugas di lapangan menghadapi kendala berat saat memadamkan api di kawasan gambut dalam akibat keterbatasan pasokan air.

Selain wilayah pesisir berkarakteristik gambut, titik api juga menyebar ke areal tanah mineral di wilayah pedalaman Ketapang.

Akses darat yang sulit dan jarak tempuh yang jauh menjadi hambatan utama personel Satgas Darat dalam menjangkau lokasi pedalaman.

Pemerintah daerah mengusulkan pengerahan helikopter water bombing serta operasi modifikasi cuaca kepada kementerian terkait dan BNPB.

Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengonfirmasi bahwa penanganan Karhutla oleh tim gabungan telah berjalan lebih dari dua bulan.

"Kita sudah berjuang kurang lebih dua bulan lebih dengan Karhutla dan sinergi seluruh pihak sedang berjalan dengan baik," ujar Bupati.

Alexander Wilyo menjelaskan bahwa perbedaan karakteristik lahan membutuhkan metode pemadaman yang berbeda di lapangan.

"Tadi saya sampaikan kepada Menteri Kehutanan dan pihak BNPB bahwa water bombing akan lebih efektif untuk daerah mineral dibandingkan daerah gambut," katanya.

Pemkab Ketapang berharap dukungan armada udara dari pemerintah pusat dapat mempercepat pemadaman di area pedalaman yang tak terjangkau.

Operasi hujan buatan juga diharapkan dapat segera terealisasi apabila kondisi awan di atas wilayah Ketapang memungkinkan.

"Mudah-mudahan suasana dan situasi Karhutla semakin membaik di Ketapang dan kita bisa kembali normal," pungkasnya.

Penanganan terpadu terus dilakukan untuk mencegah meluasnya sebaran asap ke pemukiman warga.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK