faktakalbar

Lagi-Lagi MBG Bermasalah, 162 Siswa dan Guru di Ketapang Diduga Keracunan

Penulis: Redaksi Friday, 06 February 2026 📖 2 menit
Lagi-Lagi MBG Bermasalah, 162 Siswa dan Guru di Ketapang Diduga Keracunan
Faktakalbar.id, KETAPANG – Kasus siswa diduga keracunan menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Ketapang. Kali ini peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Marau, di mana ratusan siswa dari berbagai sekolah harus dilarikan ke Puskesmas. Insiden ini mengulang peristiwa serupa yang sebelumnya terjadi pada September 2025, saat belasan siswa dan seorang guru SDN 12 Benua Kayong mengalami keracunan usai menyantap menu MBG. Keracunan massal kali ini dilaporkan terjadi di SMP Negeri 1 Marau, SMA Negeri 1 Marau, dan SMK Negeri 1 Marau. Baca Juga:  Kepala SPPG Bungkam Soal Dugaan Keracunan MBG di Ketapang Tidak hanya menimpa para siswa, kejadian ini juga dialami sejumlah guru di masing-masing sekolah. Para korban diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu hidangan program MBG yang dibagikan di sekolah pada hari kejadian, Kamis (5/2/2026) pagi. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Feria Kowira , mengatakan berdasarkan data pihaknya, korban keracunan berjumlah total 162 orang, terdiri dari siswa dan guru. "Total ada 162 orang yang terdiri dari siswa dan guru di Kecamatan Marau," katanya saat dikonfirmasi, Kamis sore. Ia menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan terjadinya keracunan massal sekitar pukul 10.00 WIB. Para siswa dan guru mengeluhkan mual, muntah, sakit perut, hingga diare usai menyantap hidangan menu MBG. "Saat dilarikan ke Puskesmas sekitar pukul 10.00 pagi dengan kondisi muntah-muntah, pusing, dan ada beberapa yang mengalami mencret. Yang jelas mengalami dehidrasi," jelasnya. Feria mengatakan, Dinas Kesehatan Ketapang saat ini telah mengerahkan lima tim untuk melakukan penanganan terhadap kasus keracunan massal di Kecamatan Marau ini. "Kita dari dinas telah mengerahkan 5 tim untuk tangani kasus keracunan ini. Yakni dari Dinas Kesehatan Ketapang sendiri, kemudian Puskesmas Marau, Puskesmas Jelai Hulu, Puskesmas Suka Mulia, dan Puskesmas Marau," ungkapnya. Selain itu, pihaknya juga telah mengambil sampel menu makanan MBG yang menyebabkan siswa dan guru keracunan untuk diperiksa di laboratorium dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kalbar. "Sampel makanan dan muntah sudah diambil untuk diuji lab di Pontianak. Dimana sampel muntah ke Labkesprov dan sampel makanan ke Balai POM Kalbar," tandasnya. Kasus ini menambah daftar insiden serupa dalam pelaksanaan program MBG di Kabupaten Ketapang. Sebelumnya, pada September 2025, belasan siswa dan seorang guru SDN 12 Benua Kayong juga dilaporkan mengalami keracunan usai menyantap menu MBG. Saat itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Mitra Mandiri 2 Mulia Kerta sempat ditutup sementara selama proses investigasi dilakukan oleh pihak terkait. Baca Juga:  Buntut Insiden Keracunan MBG Ketapang, Norsan Ungkap Nihilnya Koordinasi Pemda dengan Manajemen MBG (Dhion)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK